Anggota keluarga berkumpul bersama.
Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan
semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin
bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk
kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA SALIB
DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02.
KATA PEMBUKA
P : Hari ini Gereja memasuki Tahun Liturgi yang baru. Kita merayakan Minggu pertama Adventus sebagai persiapan untuk menyambut kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Yesaya mengisahkan harapan orang Israel akan pertolongan dari Tuhan. Orang Israel menyadari dirinya sebagai tanah liat yang membutuhkan bantuan Tuhan.
Di tengah situasi wabah virus sekarang ini, kita amat membutuhkan bantuan Tuhan. Kita tidak berdaya. Seperti Rasul Paulus, kita percaya bahwa Tuhan itu setia. Dia selalu berjalan bersama kita. Yang penting, kita menyadari kehadiran-Nya dalam setiap langkah hidup kita.
Bacaan Injil mengajak kita untuk selalu berjaga- jaga atau waspada karena kedatangan Tuhan itu tidak dapat diduga. Mari kita bersama-sama untuk selalu menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup harian kita. Bisa jadi kita merasakan kehadiran Tuhan di kantor, di ladang, di dalam perjalanan. Kita ini rapuh dan lemah, hanya oleh kekuatan Tuhanlah kita bisa bertahan. Semoga bacaan- bacaan hari ini menguatkan kita bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita.
[hening sejenak]
03. TOBAT
DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
[TANPA KEMULIAAN]
04. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Allah Bapa yang mahakuasa, bangkitkanlah semangat kami umat-Mu untuk menyongsong kedatangan Kristus, Putra-Mu. Semoga wabah virus yang kami alami ini, tidak menyurutkan iman kami akan Dikau, yang selalu beserta kami. Semoga dalam bimbingan-Mu, kami pun pantas menyambut Dia yang datang mewartakan kerajaan surga bagi kami semua.
Dialah Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. BACAAN PERTAMA (Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya
Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala. Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu!
Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan- Mu, karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala! Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
07.
MENYANYIKAN LAGU
08. BACAAN KEDUA (1Kor. 1:3-9)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
09.
ALLELUIA (Mzm 84:8)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, * dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
10. INJIL [Mrk. 13:33-37]
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus.
Pemimpin dan semua yang
hadir membuat tanda salib dengan
ibu jari pada dahi, mulut,
dan dada. Kemudian Pemimpin
membacakan Injil.
"Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]
11. RENUNGAN SINGKAT
Injil di hari Minggu ini berbicara tentang berjaga-jaga. Yesus memberikan penjelasan melalui sebuah perumpamaan tentang orang yang berjaga-jaga sampai tuan rumahnya kembali.
Pertama, jika kita perhatikan, setiap hamba dalam perumpamaan itu diberi tugas. Salah satu petugasnya adalah penjaga pintu. Tugas ini kelihatan gampang karena hanya menunggu saja. Namun membutuhkan kesetiaan, karena jika terlalu lama menunggu dalam ketidakpastian, orang cenderung untuk tidak setia atau menjadi malas atau lengah.
Kita semua adalah penjaga pintu itu. Kita mempersiapkan batin kita agar tetap terbuka terhadap kedatangan Tuhan. Sama seperti ketika menanti kedatangan seorang tamu, orang akan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, maka kita pun diajak untuk senantiasa mempersiapkan batin kita dengan baik agar ketika Tuhan datang, Dia menjumpai rumah hati yang bersih dan cocok untuk- Nya. Selama masa persiapan kedatangan Tuhan Yesus ini, kita diajak untuk membersihkan mulai dari pintu gerbang hati kita sampai ke dalam batin kita, agar hati kita menjadi jernih dan bersih serta layak menyambut Tuhan.
Kedua, dalam perumpamaan tadi disebutkan bahwa setiap hamba memiliki tugas khusus. Mereka pasti tetap akan sibuk dengan tugas mereka namun pada saat yang sama mereka juga harus waspada akan kedatangan tuan mereka. Itu berarti, mereka mesti melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka dengan baik sehingga ketika sang tuan tiba-tiba datang, mereka memang melaksanakan tugas dengan baik dan tetap terjaga.
Kita pun diajak untuk tetap melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita dengan baik. Melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab adalah juga salah satu cara kita mempersiapkan kedatangan Tuhan. Jika setiap kita melaksanakan tugas dengan baik, maka kita akan saling meneguhkan satu sama lain atau saling mendukung untuk terus berbuat baik. Seringkali kita hanya bisa mengeritik sesama tanpa kita sendiri melaksanakan tugas kita dengan baik. Marilah di masa persiapan kedatangan Tuhan ini, kita bangun sikap untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita dengan baik, entah sebagai orangtua, sebagai guru, sebagai sopir, sebagai pelajar, dan sebagainya. Semoga kita tidak menjadi orang yang tertidur dan lupa akan tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
12. HENING SEJENAK
13.
SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan
iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan Yesus bersabda agar kita selalu berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Mari kita sampaikan doa-doa permohonan kita kepada-Nya:
P : Semoga Gereja senantiasa tetap rendah hati, selalu gembira dan penuh harapan meskipun mengalami banyak hambatan dan kegagalan. Marilah kita mohon…
P : Semoga para pemimpin bangsa mendapatkan bimbingan dari Tuhan, sehingga mereka tetap kuat dan mendahulukan kepentingan umum agar ter- capailah kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan dalam dunia. Marilah kita mohon…
P : Semoga para orangtua diteguhkan agar mereka dapat mendidik anak-anak mereka dalam iman yang kokoh dan berhasil menciptakan suasana yang penuh cinta di dalam keluarga mereka. Marilah kita mohon…
P : Semoga kita sekalian mampu untuk menyadari dan menemukan kehadiran Tuhan di dalam hidup kita setiap hari, melalui upaya kita untuk saling menolong satu sama lain. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa yang mahabaik, Engkaulah sumber kebijaksanaan kami. Berilah kami pengertian akan rencana-Mu, sehingga kami mampu menghayatinya dengan penuh iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
[Dalam perayaan bersama,
ada kolekte. Kolekte
dihantar ke depan altar.
Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh
masing-masing Keuskupan].
15. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Raja kita amat baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta- kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk me- nyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, untuk berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi- Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
16. BAPA KAMI
DAN PERSIAPAN KOMUNI
BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang
ada di surga, dimuliakanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas
bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini dan
ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada
kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam
pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
17. KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang
hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan
ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman
yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak
tinggal pada pokok anggur, demikian juga
kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal
di dalam Aku.”
(Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
§
Seruan di atas diulangi oleh
Pemimpin dan diikuti oleh yang
hadir sebanyak tiga kali.
§ Lalu diberi saat hening
secukupnya.
§
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu
lagu komuni yang bertemakan syukur.
18.
DOA MOHON
PERLINDUNGAN ALLAH DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihanilah kami dan bebaskanlah kami dari segala kemalangan.
Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,
sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, topanglah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama.
Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku- kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, dan selamatkanlah kami dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus,kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.
Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.
Santo Antonius Agung, doakanlah kami.
Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.
Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami.
Amin.
19. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa,
Bapa di surga, dengarkanlah doa kami dan berilah harapan kepada semua orang yang mengharapkan bantuan-Mu. Berkati dan lindungilah kami berkat Sabda-Mu dan jadikanlah kai saksi cinta kasih-Mu. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
20. MOHON
BERKAT TUHAN
P :Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkatTuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri
sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
21. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menolong.
U : Amin.
22.
LAGU PENUTUP
***
Roma, 26 November 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

0 Komentar