Anggota keluarga berkumpul bersama.
Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan
semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin
bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai,
Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain
menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”. Kemudian
dinyanyikan lagu pembuka.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini, di akhir dari masa liturgi, Gereja merayakan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus, Raja Semesta Alam. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan kita adalah Raja atas segala-galanya. Namun yang berbeda dengan kebiasaan raja lainnya, Raja kita amat memperhatikan kita. Dalam bacaan pertama akan kita dengarkan tentang Tuhan yang menjadi gembala kita, yang melindungi dan menguatkan kita.
Dalam bacaan kedua kita akan mendengarkan juga tentang Raja kita yang mengalahkan kematian, agar kita semua bisa selamat. Kematian datang karena kesalahan manusia pertama, namun oleh kebangkitan-Nya, Yesus Kristus mengalahkan maut. Kita pun memiliki jaminan keselamatan.
Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan tentang saat kedatangan Sang Raja kelak. Dia datang dalam kemuliaan-Nya. Kita semua akan dipanggil. Cara hidup kita akan mengantar kita kepada keselamatan atau tidak. Apa saja yang kita buat bagi sesama kita, terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan kita? Apakah kita memberi mereka makan, minum dan perhatian kita?
[hening sejenak]
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN
LAGU KEMULIAAN
05.
DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Allah, Raja yang mahakuasa dan kekal, kami berterima kasih atas semua perhatian, perlindungan dan anugerah keselamatan yang senantiasa kami terima daripada-Mu. Semoga kami selalu mampu untuk menunjukkan ungkapan terima kasih kami kepada-Mu dengan saling membantu satu sama lain, sehingga tercapailah Kerajaan-Mu di dunia ini.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar- kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yeh. 34:11-12,15-17)
L : Bacaan dari Kitab Yehezkiel Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba- Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENYANYIKAN LAGU
09. BACAAN KEDUA (1Kor. 15:20-26,28)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus
Saudara-saudari, yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Mrk 11:9-10)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud”
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL [Mat. 25:31-46]
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin
dan semua yang hadir membuat
tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan- Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat- malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah
lagu singkat yang cocok]
12.
RENUNGAN SINGKAT
Injil yang kita dengarkan hari ini berbicara tentang kedatangan Tuhan Yesus, yang diikuti dengan penghakiman akhir. Kita akan merenungkan dua pokok pikiran berikut ini.
Pertama, Yesus, Raja yang rendah hati. Bacaan injil memperdengarkan bahwa Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya, diiringi para malaikat dan duduk dalam tahta kemuliaan. Gambaran seperti ini merupakan gambaran yang amat menggembirakan. Mengapa? Karena adalah tidak biasa kalau seorang raja itu datang mengunjungi rakyatnya diiringi dengan berbagai pengawal. Dalam dunia perjanjian lama, bahkan mungkin hingga sekarang, kita menemukan bahwa seorang raja itu dilayani. Jika raja memerlukan seseorang, maka orang itu akan dipanggil menghadapnya. Raja akan duduk di tahtanya dan mengatakan sesuatu yang harus diikuti oleh orang yang mendengarnya.
Berbeda dengan Yesus, yang adalah Tuhan. Dia adalah Raja segala raja. Tahtanya adalah tahta kemuliaan. Namun demikian, Dia mendatangi kita yang hina dan tidak ada apa-apanya. Dengan ini, kita belajar untuk menjadi rendah hati dan saling menghargai satu sama lain. Kita belajar untuk mentaati titah atau Sabda Sang Raja kita dalam hidup kita setiap hari karena dengan cara itu kita mengungkapkan kesetiaan dan kehormatan kita kepada Sang Raja.
Kedua, ketika Sang Raja datang, Ia akan memisahkan domba dari kambing, dari yang diselamatkan dan yang tidak. Agaknya kisah ini terasa menakutkan. Ya, menakutkan bagi mereka yang tidak melakukan dan menghidupi apa yang diperintahkan oleh Sang Raja. Sebaliknya, bagi mereka yang melakukannya, kedatangan Sang Raja adalah saat yang dinanti- nantikan.
Kita mendengarkan sederetan panjang perbuatan kasih. Semuanya bukanlah hal yang berat. Hal-hal itu adalah hal-hal yang bisa dibuat setiap hari. Kita memberi makan, memberi minum, memberi pakaian dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya bagi sesama kita, adalah perbuatan yang semestinya menjadi perbuatan biasa, mencontohi Sang Raja yang datang dan menolong kita. Di zaman teknologi ini, kita juga perlu mengingat bahwa kita bisa memberi makanan jiwa dan mental kepada orang lain dengan berbagi informasi yang sehat dan benar. Semoga kita senantiasa siap dan gembira menantikan kedatangan Sang Raja kita. Tuhan memberkati.
13.
HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15.
DOA UMAT
P : Saudara-saudari yang terkasih, kita bersyukur bahwa Tuhan kita mendatangi kita ciptaan-Nya dan hamba-hamba-Nya. Dia selalu memperhatikan kita. Kepada Raja Semesta Alam ini, kita panjatkan doa- doa permohonan kita:
P : Semoga para pemimpin Gereja dan negara senantiasa menyadari bahwa pemimpin yang sesungguhnya adalah Allah, Raja semesta alam, sehingga mereka selalu berupaya menemukan kehendak Tuhan dalam segala keputusan dan kepemimpinan mereka. Marilah kita mohon…
P : Semoga Gereja menjadi pelopor dalam perbuatan- perbuatan kasih di antara sesama manusia. Marilah kita mohon…
P : Semoga semua keluarga diteguhkan untuk senantiasa mengarahkan anggotanya kepada persatuan dengan Tuhan, Raja semesta alam. Marilah kita mohon…
P : Semoga kita sekalian bisa saling membantu, terutama dalam masa wabah virus corona ini, agar terciptalah Kerajaan Allah yang membebaskan dan menyelamatkan semua manusia. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa yang mahabaik, Engkaulah sumber kebijaksanaan kami. Berilah kami pengertian akan rencana-Mu, sehingga kami mampu menghayatinya dengan penuh iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Raja kita amat baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, untuk berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi- Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
17. BAPA KAMI DAN
PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi
seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan
janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18.
KOMUNI BATIN
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk
melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena
Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam
kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia
tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu
tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh.
15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
§
Seruan di
atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
§
Lalu
diberi saat hening secukupnya.
§ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang
bertemakan syukur.
19.
DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihanilah kami dan bebaskanlah kami dari segala kemalangan.
Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,
sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, topanglah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama.
Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku- kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, dan selamatkanlah kami dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.
Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.
Santo Antonius Agung, doakanlah kami. Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.
Para
kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin
20.
MENDOAKAN MAZMUR
8
P : Saudara-saudari terkasih, marilah kita bersama- sama memuji keagungan Tuhan, Raja Semesta Alam, yang menciptakan dan memelihara kita, dengan bersama-sama mendoakan mazmur 8. Kita bisa membuka Kitab Suci kita dan bersama-sama berdoa.
Ya TUHAN, Tuhan kami,
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
Ya TUHAN, Tuhan kami,
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
21. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa,
Ya Tuhan, kami berterima kasih untuk Sabda-Mu yang meneguhkan hati kami. Semoga kami mengikuti inspirasi Sabda-Mu dan saling memperhatikan satu sama lain, terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan kami. Semoga Engkau merajai hati kami agar kami selalu mengarahkan hidup kami kepada-Mu.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
22.
MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum
mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM
NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
23.
PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menolong.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP

0 Komentar