Anggota keluarga berkumpul bersama.
Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan
semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin
bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku
nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai,
Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan
yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu
pembuka.
01.
TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan Minggu Biasa ketiga puluh tiga. Kita akan merenungkan perumpamaan tentang talenta. Tuhan memberikan kepada kita banyak hal yang baik dan Ia berharap kita menghidupi serta mengembangkan hal-hal yang baik itu demi keselamatan hidup kita, di dunia ini dan juga kelak di surga. Pada akhirnya, Tuhan akan meminta tanggung jawab atas semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepada kita.
Kita juga akan mendengarkan contoh mengembang- kan kebaikan secara bertanggung jawab dalam bacaan pertama. Kitab Amsal menuliskan pujian bagi seorang istri yang cakap. Ia bekerja dengan setia dan rajin, membantu dan takut akan Tuhan. Hal-hal seperti inilah yang juga diharapkan dari setiap kita.
Dengan cara seperti ini, kita mempersiapkan diri kita dengan baik. Kita tidak akan takut akan hari di mana Tuhan mendatangi dan meminta tanggung jawab kita. Kita selalu siap, meskipun hari Tuhan itu datang seperti pencuri di malam hari. Kita memohonkan rahmat kesabaran dan kekuatan iman agar kita tetap setia menjadi anak-anak terang, seperti yang akan kita dengarkan dalam bacaan kedua di hari ini.
[hening sejenak]
03.
TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN
LAGU KEMULIAAN
05.
DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau mempercayakan dunia ini kepada kami, agar kami gunakan dan kami lestarikan dengan cinta kasih. Dampingilah kami dengan Sabda-Mu, agar kami dapat mengembangkan talenta dalam hidup kami, demi kebahagiaan dan keselamatan kami.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06.
AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar- kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Ams. 31:10-13,19-20,30-31)
L : Bacaan dari Kitab Amsal
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji- puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENYANYIKAN
LAGU
09.
BACAAN KEDUA (1Tes. 5:1-6)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga- jaga dan sadar.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Yoh 15:4-5)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Tinggallah di dalam Aku, sabda Tuhan, Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL [Mat. 25:14-30 ]
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin
dan semua yang hadir membuat
tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Pada suatu hari, Yesus berkata, "Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
P : Demikianlah Injil Tuhan. U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah
lagu singkat yang cocok]
12.
RENUNGAN SINGKAT
Bacaan Injil mengantar kita untuk memahami dengan baik apa itu talenta dan bagaimana tanggung jawab kita terhadap talenta yang Tuhan berikan kepada kita.
Pertama, talenta berasal dari kata Yunani ‘talenta’ yang berarti ukuran timbangan yang setara dengan 34 kilogram atau jumlah uang sebesar 6000 dinar. Gaji sehari pada masa Yesus dihargai 1 dinar. Jadi satu talenta sama dengan gaji 6000 hari kerja (atau sama dengan 3,5 tahun). Karena itu, mendapatkan satu talenta berarti mendapatkan uang atau modal yang banyak. Dalam Injil disebutkan bahwa mereka semua diberi talenta seturut kemampuan mereka. Sang Tuan pasti mengetahui kemampuan mereka sehingga tidak membebani mereka dengan jumlah talenta yang sama. Namun, pasti ia mengharapkan agar mereka mengembangkannya.
Tuhan juga memberikan kita talenta. Dalam konteks iman, talenta itu adalah hal-hal yang bernilai atau modal atau kekuatan yang memperkuat iman kita. Masing-masing kita dengan cara tertentu diberikan kesanggupan untuk menghidupi hal-hal yang baik.
Yang kita perlukan adalah komitmen kita untuk berterima kasih atas pemberian Tuhan, mensyukuri- nya dan mengembangkannya. Berbuat baik dan benar adalah salah satu cara kita mengembangkan talenta rohani yang kita terima dari Tuhan.
Kedua, tanggungjawab terhadap talenta. Dalam Injil disebutkan bahwa orang yang tidak mengembangkan talenta itu, talentanya diambil dan diberikan kepada orang yang telah memiliki sepuluh talenta. Sedangkan orang yang tidak mengembangkan talenta itu dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Yesus memakai bahasa kiasan untuk menjelaskan hal yang lebih dalam. Orang yang mengembangkan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan baik, ia akan diberi tanggung jawab yang lebih besar lagi. Ia dipercayai. Pertama-tama bukan karena ia mampu, namun karena ia menerima tanggung jawab itu dan menjalaninya dengan setia.
Sedangkan untuk orang yang tidak mengembangkan kepercayaan, ia tidak akan dipercayai lagi. Apa yang sebenarnya dipercayakan kepadanya, tidak akan diberi lagi. Hal itu akan diberikan kepada yang bisa dipercayai. Orang itu sendiri akan berada dalam kegelapan. Ia hidup dalam dirinya sendiri dan tidak bisa belajar lebih banyak lagi.
Mari kita mengembangkan talenta rohani yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita mulai dari dalam keluarga kita untuk saling membantu mengembang- kannya dengan baik, agar pada akhirnya kita semua bisa turut dalam perjamuan Tuhan. Dan semoga, bukan hal-hal buruk yang kita pupuk dan kembangkan, karena itu akan menuntun kita kepada kegelapan yang paling gelap.
13.
HENING SEJENAK
14.
SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Saudara-saudari yang terkasih, mari kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada Bapa kita di surga yang selalu melengkapi hidup kita dengan talenta rohani:
P : Semoga generasi muda kita yang makin kreatif, sungguh-sungguh memanfaatkan kemampuan mereka untuk mempromosikan hidup yang damai, bersatu dan yang benar. Marilah kita mohon…
P : Semoga para ilmuwan dan peneliti, melalui hasil temuan mereka, menemukan cara-cara yang bisa menuntun makin banyak orang untuk menyadari kebesaran Tuhan. Marilah kita mohon…
P : Semoga keluarga, entah Kristiani maupun non- Kristiani, menjadi tempat bersemayamnya talenta- talenta rohani yang memperkuat iman dari generasi baru. Marilah kita mohon…
P : Semoga kita sekalian diteguhkan untuk setia mengembangkan talenta-talenta kita dan saling menolong satu sama lain agar terciptalah keluarga kerajaan Allah yang kaya dalam hal kebaikan dan kebenaran dalam hidup kita. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing [hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa yang mahabaik, Engkaulah sumber kebijaksanaan kami. Berilah kami pengertian akan rencana-Mu, sehingga kami mampu menghayatinya dengan penuh iman. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16.
DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari terkasih, Tuhan memanggil kita menuju persekutuan para kudus bersama-Nya di surga, melalui Yesus Putra-Nya. Menyadari karya keselamatan Allah bagi hidup kita, marilah kita memuji Dia dan berseru:
U : Terpujilah Engkau di surga
P : Allah, Bapa yang maharahim, kami memuji nama- Mu karena Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga
P : Ya Bapa, terdorong oleh cinta kasih, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga
P : Ketika kami berdosa dan karenanya menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa. Sebaliknya, Engkau mendekati kami dalam diri Yesus Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga
P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami dan menjadikan kami anak-anak terang. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus
Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki
kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung- kan madah pujian bagi-Mu
dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN
KOMUNI BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18.
KOMUNI BATIN
Pemimpin
mengajak semua yang hadir untuk
melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
§
Seruan di
atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
§
Lalu
diberi saat hening secukupnya.
§ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang
bertemakan syukur.
19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihanilah kami dan bebaskanlah kami dari segala kemalangan.
Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,
sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, topanglah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama.
Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku- kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, dan selamatkanlah kami
dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.
Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.
Santo Antonius Agung, doakanlah kami.
Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.
Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin
20. MENDOAKAN MAZMUR 150
P : Saudara-saudari terkasih, mari kita berterima kasih kepada Tuhan untuk semua kebaikan yang kita terima daripada-Nya. Kita akan mendoakan bersama-sama Mazmur 150. Yang ada Alkitab, bisa dibuka dan kita doakan bersama-sama.
Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
21. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Allah yang mahakuasa dan kekal, kami berterima kasih untuk Sabda-Mu yang kami renungkan dalam kesempatan ini. Bantulah kami untuk selalu bersyukur atas berbagai talenta yang Engkau percayakan kepada kami. Kuatkanlah kami selalu agar kami bisa saling meneguhkan dalam mengembangkannya, demi keselamatan kami.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
22. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat
Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil
membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM
NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. U : Syukur kepada Allah.
23. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menguduskan.
U : Amin.
24.
LAGU PENUTUP
(P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD - Penulis dan penyusun teks ibadat ini ialah seorang imam biarawan misionaris Serikat Sabda Allah, saat ini tinggal di Roma, Italia)

1 Komentar
Mantap Mosalaki, kreativitas yang membantu pembaca lebih dekat Allah...
BalasHapus