(P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD)

 

Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

01. TANDA SALIB DAN SALAM                           

P  :   Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U :   Amin.

P  :   Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U :   Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA  

P  :   Pada Minggu kedua masa Adven ini, kita semua diajak untuk mempersiapkan hati kita agar kita dapat menyambut kedatangan Tuhan dengan layak. Rasul Paulus dalam bacaan kedua mengajak kita supaya kita harus berusaha sehingga kita tidak bercacat dan tak bernoda di hadapan Tuhan, yang akan datang.

Bacaan pertama dan bacaan Injil mengibaratkan persiapan hati kita seumpama meluruskan jalan yang berbelok-belok dan meratakan gunung yang berlekuk-lekuk, yang menutupi pandangan kita untuk melihat dengan lebih jelas kedatangan orang dari jauh. Ketika berada di tanah yang lapang dan rata, kita bisa melihat kedatangan orang, bahkan ketika ia masih berada dari jauh.

Kita semua diajak untuk meluruskan hati kita agar kita bisa merasakan dengan lebih kuat getaran-getaran kehadiran Tuhan. Kadangkala hati kita juga dipenuhi dengan bergunung-gunung dosa dan kesalahan atau masalah. Mungkin ini adalah saat yang baik untuk menguraikan dosa dan kesalahan kita tersebut, agar mata hati kita tidak terhalang melihat kedatangan Tuhan. Mari kita juga meluruskan niat kita dan menghalau hambatan yang mempertemukan kita dengan Tuhan dan sesama.

[hening sejenak]

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P :   Di hadapan Tuhan yang datang dan kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa,  serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.

U :   Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P  :   [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U :   Amin.

[TANPA KEMULIAAN]

04. DOA PEMBUKA

P  :   Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]

Allah yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas kemurahan hati-Mu yang selalu mendatangi kami. Semoga kami selalu disadarkan untuk mempersiapkan hati kami dengan baik, meluruskan jalan hidup kami dan menghalau dosa yang menghambat hati kami melihat kehadiran-Mu dalam hidup harian kami.

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U :   Amin.

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P  :   Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

 

06. BACAAN PERTAMA (Yes 40:1-5.9-11)

L  :   Bacaan dari Kitab Yesaya

Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.

Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanl-ah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U :   Syukur kepada Allah.

07. MENYANYIKAN LAGU  

08. BACAAN KEDUA (2Pt 3:8-14)

L  :   Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan memper-cepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menanti-kan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.  

U :   Syukur kepada Allah.

09. ALLELUIA (Luk 3:4.6)

    P  :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

    U :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

    P  :   Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, * dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

    U :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

10. INJIL (Mrk 1:1-8)

P  :   Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."

Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

P  :   Demikianlah Injil Tuhan.

U :   Terpujilah Kristus.

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Dalam bacaan Injil tadi kita mendengarkan tentang Yohanes Pembaptis yang hidup dan berkarya di padang gurun. Yohanes melakukan hal yang berbeda yaitu tinggal di padang gurun yang sunyi. Yang menarik, adalah ada banyak orang datang kepadanya untuk dibaptis. Kita diajak untuk merenungkan apa maksud padang gurun dalam Injil ini.

Pertama, padang gurun dan kepasrahan kepada Tuhan. Ketika orang berada di padang gurun, orang tidak memiliki harapan apa-apa karena semuanya kering. Sejauh mata memandang, hanyalah gurun. Hidupnya pun berpasrah hanya kepada Tuhan yang memberinya kehidupan. Kita ingat kisah seperti Tuhan menyelamatkan Hagar dan Ismael di Padang gurun, dengan memunculkan sumur dengan air untuk diminum. Singkatnya, hidup di Padang gurun adalah hidup yang penuh kepasrahan kepada Pemberi Hidup, sama seperti Yohanes Pembaptis yang hanya makan dari apa yang ada yaitu belalang dan madu hutan.

Kita tentu tidak perlu pergi ke padang gurun dengan tujuan untuk berpasrah kepada Tuhan. Hidup kita sendiri bisa merupakan sebuah ziarah di Padang gurun. Kita mesti bersyukur atas setiap nafas yang kita hirup, karena itulah cara Tuhan menyertai kita. Kita memasrahkan hidup kita kepada Tuhan dan berharap agar Dia juga memberikan kemudahan bagi kita untuk tetap hidup. Bisa jadi kita mengalami Padang gurun karena masalah yang banyak, kekeringan dan putus asa, kegagalan, penyakit dan sebagainya. Kita pasrahkan pada Tuhan dan mohonkan bantuan-Nya, agar kita tetap kuat menjalani hidup kita dan bisa menemukan jalan keluarnya. Tuhan bisa memunculkan air segar di Padang gurun hidup kita, yang bisa melegakan hati kita.

Kedua, Padang gurun dan perintah Tuhan. Padang gurun mengingatkan kita juga akan kisah perjalanan orang Israel. Mereka bertemu Tuhan di Padang gurun dan Tuhan memberikan mereka perintah yaitu dua loh batu di Padang gurun. Ketika Yohanes Pembaptis kembali ke Padang gurun, maka itu adalah simbol bagi orang Israel untuk bertobat dan melihat lagi relasi mereka dengan Tuhan. Mereka perlu membersihkan diri dari dosa mereka dan disegarkan untuk melakukan perintah Tuhan.

Di masa Adven ini, secara khusus kita diundang untuk melihat diri kita sendiri. Apakah kita cukup dekat dengan Tuhan? Ataukah kita menjauh dari Tuhan? Bisa jadi kita kelelahan karena kita berjalan sendiri tanpa pedoman dan panduan iman kita. Atau bisa jadi kita haus dan merasa kering karena kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita diundang untuk melihat lagi janji pembaptisan kita. Juga kita diajak untuk datang ke sumber air, yaitu Tuhan, yang akan menyegarkan kita dan memberikan kita kekuatan baru. Jika ada merasa kering dan berada di padang gurun, datanglah kepada Tuhan karena Tuhan pasti akan menunjukkan jalan kepada sumber air yang menyegarkan.

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT

P  :   Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P  :   Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan meminta kita untuk meluruskan jalan hidup kita agar kita bisa dengan mudah merasakan kedatangan-Nya. Mari kita sampaikan doa-doa permohonan kita kepada-Nya:

P  :   Semoga orang-orang muda memberikan waktu dan mendengarkan Kabar Gembira keselamatan yang mengajak mereka kepada pertobatan dan kepenuhan hidup. Marilah kita mohon…

P :   Semoga semua yang memimpin dalam masyarakat, senantiasa mengupayakan kebaikan bersama dengan tetap menjunjung tinggi kemanusiaan. Marilah kita mohon…

P  :   Semoga semua orang yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan, selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani, agar pelayanan mereka mampu membantu mereka yang sedang menderita dan berkekurangan. Marilah kita mohon…

P  :   Semoga kita sekalian selalu melibatkan Tuhan ketika kita berada di dalam padang gurun hidup kita, terutama ketika kita merasa putus asa, marah, gagal, kecewa atau sakit. Marilah kita mohon…

P  :   Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

[hening sejenak lalu lanjut].

P  :   Allah Bapa yang mahabaik, demikianlah doa-doa permohonan kami. Dengarkanlah dan kabulkanlah, demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U :   Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan].

15. DOA PUJIAN

P   : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Raja kita amat  baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:

Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta-kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk me-nyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, untuk berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P  :   Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U :   Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

17. KOMUNI BATIN

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:

P  :   Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P  :   Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).

[hening sejenak]

P  :   Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P  :   Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P  :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

§  Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

§  Lalu diberi saat hening secukupnya.

§  Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH

      DARI WABAH VIRUS CORONA

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati,

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat,

topanglah mereka yang berjuang

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu,

dan selamatkanlah kami

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami,

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa,

dalam persekutuan Roh Kudus,

kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami.

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-11

    P  :   Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan. Yang membawakan Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, dimulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.

 

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu;

puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

 

Karena TUHAN jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati

mendengarnya dan bersukacita.

 

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku,

marilah kita bersama-sama

memasyhurkan nama-Nya!

 

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

 

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

 

Orang yang tertindas ini berseru,

dan TUHAN mendengar;

Ia menyelamatkan dia

dari segala kesesakannya.

 

Malaikat TUHAN berkemah

di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,

lalu meluputkan mereka.

 

Kecaplah dan lihatlah,

betapa baiknya TUHAN itu!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

 

Takutlah akan TUHAN,

hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab tidak berkekurangan

orang yang takut akan Dia!

 

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,

tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu

Dan sepanjang segala abad, Amin.

20. DOA PENUTUP

P  :   Marilah kita berdoa,

Ya Tuhan, terima kasih untuk santapan Sabda-Mu yang kami terima dalam perayaan ini. Semoga kami dikuatkan untuk melakukannya dalam hidup kami, terutama dalam rangka menyambut kedatangan-Mu yang mulia.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U :   Amin

21. MOHON BERKAT TUHAN

P  :   Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P  :   Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

U :   Amin.

P  :   Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U :   Syukur kepada Allah.

22. PENGUTUSAN

P  :   Marilah pergi, kita diutus.

U :   Amin.

23. LAGU PENUTUP

***

Roma, 3 November 2020

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD