Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

01. TANDA SALIB DAN SALAM                           

P  :   Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U :   Amin.

P  :   Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U :   Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA  

P  :   Minggu ketiga Masa Adven ini adalah minggu gembira (gaudete), Gereja mengajak kita untuk bergembira karena kedatangan Penyelamat kita sudah dekat. Bacaan pertama yang diambil dari kitab Yesaya memperlihatkan kepada kita tentang kedatangan Hamba Tuhan yang menjadi Penyelamat. Ia datang untuk membebaskan dan menghibur yang berkabung.  Untuk itu, kita patut bersukaria.

Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak kita untuk senantiasa waspada namun tetap gembira atau tetap bersukacita dalam Tuhan. Kita wajib mengucapkan syukur atas semua yang kita peroleh dari Tuhan. Kita juga diajak untuk menjauhkan diri dari kejahatan agar ketika Tuhan datang, kita didapatinya bersih dan layak untuk menyambut-Nya.

Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan kisah tentang Yohanes Pembaptis. Banyak orang mengira apakah dia adalah penyelamat yang dinanti-nantikan, namun ia menjawab bahwa ia hanyalah orang kecil yang mempersiapkan jalan bagi Sang Penyelamat. Semoga kita bisa menjadi Yohanes Pembaptis satu bagi yang lain, yang saling menolong mempersiapkan hati kita menyambut kedatangan-Nya. [hening sejenak]

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P :   Di hadapan Tuhan yang datang dan kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa,  serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.

U :   Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P  :   [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U :   Amin.

[TANPA KEMULIAAN]

04. DOA PEMBUKA

P  :   Marilah kita berdoa,

[hening sejenak]

Allah yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas kedatangan Putra-Mu ke dunia untuk menyelamatkan kami. Semoga kami dapat mempersiapkan hati kami dengan baik sehingga kami dapat dengan gembira menyambut kedatangan-Nya

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U :   Amin.

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P  :   Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (Yes 61:1-2.10-11)

L  :   Bacaan dari Kitab Yesaya

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U :   Syukur kepada Allah.

07. MENYANYIKAN LAGU  

08. BACAAN KEDUA (1Tes 5:16-24)

L  :   Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Demikianlah Sabda Tuhan.  

U :   Syukur kepada Allah.

 

09. ALLELUIA (Yes 61:1)

    P  :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

    U :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

    P  :   Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku, * Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

    U :   Alleluia, Alleluia, Alleluia

10. INJIL (Yoh 1:6-8.19-28)

P  :   Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."

Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepa-danya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

P  :   Demikianlah Injil Tuhan.

U :   Terpujilah Kristus.

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Minggu lalu kita mendengarkan bacaan Injil dari Injil Markus tentang Yohanes Pembaptis yang hidup di padang gurun dan menyerukan pertobatan. Dalam Injil Yohanes di hari ini, kita mendengarkan tentang pengakuan Yohanes tentang perannya. Banyak orang menanyakan status dirinya. Ada pula yang meragukan dirinya. Kata mereka, “Kalau engkau bukan nabi,atau mesias, mengapa engkau membaptis?” Jawaban Yohanes sangat sederhana, “aku membaptis dengan air!”. Kita ingat dalam Injil Markus, Yohanes berkata, “aku membaptis kamu dengan air, tetapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus!”.

Yohanes menunjukkan bahwa ia bukanlah siapa-siapa di hadapan Yesus. Bahkan untuk membuka tali sendal-Nya saja, ia merasa tidak layak. Ia hanya mempersiapkan semua orang agar mampu menyambut-Nya dengan hati yang gembira. Dia meminta orang untuk mengenal suara Dia yang dinanti-nantikan, yang sudah berada di tengah-tengah mereka.

Menyongsong kedatangan Tuhan dan kelahiran Sang Penebus, kita semua diajak untuk mempersiapkan diri. Ketika seorang anak hendak dilahirkan, kita mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari suasana hingga tempat tidurnya. Kita saling menolong agar kedatangannya disambut oleh semua anggota keluarga. Hal yang sama juga hendaknya dibuat menjelang kelahiran Sang Penebus kita. Kita saling menolong satu sama lain untuk menyiapkan batin kita dalam menyambut kelahiran-Nya.

Kita diundang untuk menjadi Yohanes Pembaptis bagi satu sama lain. Kita bukanlah siapa-siapa. Kita juga tidak layak menyambut kehadiran-Nya, namun kita tetap bisa saling membantu agar Dia mendapatkan tempat yang cukup hangat dan layak di dalam hati kita. Sama seperti Yohanes Pembaptis, kita membaptis hati kita lagi dalam sakramen pengakuan. Kita membersihkan diri kita sendiri sehingga hati kita menjadi lebih layak menjadi tempat pembaringan-Nya. Semoga Roh Kudus juga membantu kita untuk menyingkirkan segala dendam, kemarahan, rasa egois di dalam diri kita sehingga kita bisa juga membantu diri kita dan sesama, untuk menyambut kedatangan-Nya dengan penuh kegembiraan. Kita bukanlah siapa-siapa, tetapi cara hidup kita bisa membantu sesama yang lain untuk menjadi lebih baik dan lebih layak menyambut kelahiran-Nya di dalam hati mereka.  

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT

P  :   Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT

P  :   Saudara-saudari yang terkasih, meskipun kita tidak layak, Tuhan tetap mendatangi kita. Di minggu gembira ini, kita ungkapkan kegembiraan hati kita dengan membersihkan hati kita. Marilah kita memohonkan bantuan Tuhan melalui doa-doa permohonan berikut ini:

P  :   Semoga berkat karunia Roh Kudus, segala pertikaian dan konflik di dunia, terutama di negara kita ini, dapat diselesaikan dengan baik dan dalam semangat saling mendengarkan. Marilah kita mohon…

P  :   Semoga mereka semua yang memiliki rasa benci di dalam hati mereka, yang muncul karena perbedaan suku, agama dan ras, mendapatkan rahmat pengampunan dan disadarkan untuk melihat karya Tuhan yang mengagumkan di dalam keaneka-ragaman ciptaan-Nya. Marilah kita mohon…

P  :   Semoga semua yang terpilih dalam pemilihan kepala daerah di dalam pekan ini, sungguh-sungguh mengabdikan diri mereka bagi kepentingan masyarakat yang dilayaninya nanti. Marilah kita mohon…

P  :   Semoga kita semua saling mendukung dan saling membantu untuk membangun kerajaan Allah yang damai dan saling mencintai. Marilah kita mohon…

P  :   Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

[hening sejenak lalu lanjut].

P  :   Allah Bapa yang mahabaik, demikianlah doa-doa permohonan kami. Dengarkanlah dan kabulkanlah, demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U :   Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan].

15. DOA PUJIAN

P   : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Raja kita amat  baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:

Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta-kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk me-nyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, untuk berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.

U   : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P   : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P  :   Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P  :   Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U :   Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

17. KOMUNI BATIN

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:

P  :   Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P  :   Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).

[hening sejenak]

P  :   Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P  :   Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P  :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

§  Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

§  Lalu diberi saat hening secukupnya.

§  Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH

      DARI WABAH VIRUS CORONA

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati,

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat,

topanglah mereka yang berjuang

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu,

dan selamatkanlah kami

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami,

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa,

dalam persekutuan Roh Kudus,

kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami.

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. DOA PENUTUP

P  :   Marilah kita berdoa,

Ya Tuhan, betapa gembira hati kami untuk menyambut kedatangan Putra-Mu. Semoga kami dapat saling membantu mempersiapkan diri kami agar seluruh hidup kami menjadi pujian bagi-Mu.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U :   Amin

20. MOHON BERKAT TUHAN

P  :   Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P  :   Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

U :   Amin.

P  :   Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U :   Syukur kepada Allah.

21. PENGUTUSAN

P  :   Marilah pergi, kita diutus.

U :   Amin.

22. LAGU PENUTUP

***

 

Roma, 10 Desember 2020

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD