Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka. 

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA  

P : Hari Raya Natal. Inilah hari kelahiran Penyelamat kita. Bacaan pertama menggambarkan kegembiraan karena penyelamatan yang dilakukan oleh Tuha. Semua diundang untuk bergembira dan berbahagia. Inilah juga kegembiraan yang kita alami di hari ini. Kita bergembira karena kita merayakan kelahiran Penyelamat kita. 

Bacaan kedua mengatakan kepada kita, alasan mengapa kita mesti bergembira. Kita gembira karena berita tentang kedatangan Penyelamat ini sudah diberitakan berulangkali kepada para nabi. Kini, kita sendiri telah mengalaminya sendiri. 

Sedangkan dalam bacaan Injil kita akan mendengarkan pembukaan dari Injil Yohanes. Pada mulanya adalah Firman dan kini Firman itu menjadi manusia. Ia datang dan tinggal di antara kita, agar daripada-Nya kita bisa memperoleh berbagai karunia yang menghantar kita kepada keselamatan. 

Baiklah di hadapan bayi mungil yang lahir di hari ini, kita tunjukkan kegembiraan kita dan kita berikan rasa hormat kita dengan berdoa dan berterima kasih atas kerelaan-Nya menyapa dan hidup di tengah kita semua yang hina. 

[hening sejenak] 


03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Di hadapan Tuhan yang mahamulia dan yang hadir di tengah kita, kita akui dosa-dosa kita dan memohonkan pengampunan, agar hati kita menjadi layak menerima kelahiran-Nya dalam diri kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, 

[hening sejenak] 

Allah Bapa maha pengasih, Engkau telah menciptakan manusia secara mengagumkan, namun secara lebih mengagumkan lagi Kau baharui dia. Kami mohon, agar kami Engkau perkenankan ikut ambil bagian dalam keilahian-Nya, agar kami pun dihantar kepada keselamatan yang kekal, yang telah Engkau janjikan pada kami semua.

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]



07 BACAAN PERTAMA (Yes. 52:7-10)

L : Bacaan dari Kitab Yesaya

Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja! Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

08. MENYANYIKAN LAGU  

09. BACAAN KEDUA (Ibr. 1:1-6)

L : Bacaan dari Surat kepada umat Ibrani

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

P : Fajar suci menyinari kita. Hai para bangsa, datanglah menyembah Tuhan, sebab hari ini cahaya agung turun ke dunia. 

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Yoh. 1:1-18)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

12. RENUNGAN SINGKAT

 Pada perayaan siang di hari raya Natal ini, kita mendengarkan bacaan dari pembukaan Injil Yohanes. Kita tentu bertanya-tanya, mengapa teks ini yang diambil dan mengapa bukan teks tentang kelahiran Yesus? Teks tentang kelahiran Yesus dibacakan pada perayaan fajar. Setelah fajar dan siang, kita pun membacakan teks ini yang berkonsentrasi pada dua hal yaitu Sabda yang menjadi daging dan Terang sejati kepada keselamatan. 

Pertama, Sabda yang menjadi daging. Pada mulanya adalah Sabda dan Sabda itu adalah Allah. Kemudian Sabda itu menjadi daging dan tinggal di antara kita, agar kita pun dapat menerima rahmat demi rahmat yang menyelamatkan kita. Dalam Sabda yang menjadi daging ini, kita bisa mengalami secara langsung dengan indra kita kebaikan Allah yang amat mencintai kita. 

Dahulu, Sabda yang menuntun kepada keselamatan itu diwartakan melalui para nabi. Para nabi pun menjadi suara yang menggemakan lagi Sabda Tuhan, persis yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Kita hanya mendengarkan Sabda itu melalui suara orang lain. Kini, Sabda itu hadir di tengah kita. Kita tidak hanya lagi mendengarkan suara-Nya dalam bahasa yang kita mengerti tetapi juga melihat bagaimana seharusnya hidup yang baik. Itulah sebabnya, Pemazmur berkata, “Sabda-Mu Tuhan adalah pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku” (Mzm 119:105). Semoga kita diteguhkan untuk semakin rajin menemukan Sabda-Nya dalam Kitab Suci dan menghidupinya dalam hidup kita setiap hari. 

Kedua, Terang sejati yang menuntun kepada kebenaran. Yesus adalah Terang yang bercahaya di dalam kegelapan dunia. Ketika seseorang berada dalam kegelapan, ia tidak tahu mau berjalan ke arah mana. Selain bisa tersesat, ia pun bisa mendapatkan bahaya karena ia tidak mengetahui adanya jurang atau bahaya yang mengancamnya. Namun, ketika ada penerangan, ia pun bisa menemukan jalan yang benar dan menghindarkan diri dari kebinasaan. 

Yesus adalah Terang sejati, yang menghalau kegelapan dosa dan menuntunnya kepada kesela-matan. Dia bukan saja lahir ke dalam dunia, tetapi juga lahir di dalam hati kita. Ketika kita merasa susah dan putus asa, Yesus lahir sebagai sosok yang lemah dan tak berdaya, namun memberikan sinar yang mengarahkan kita kepada jalan yang benar. Di tengah situasi wabah corona seperti sekarang ini, kita berhadapan dengan segala situasi yang tidak enak, yang mencemaskan dan kadangkala membingung-kan. Kita juga berhadapan dengan berbagai informasi yang salah dan menyesatkan di dalam media-media sosial, yang membuat kita marah. Ada baiknya, di tengah Sang Terang sejati ini, kita baharui hati kita untuk selalu berusaha menemukan kebenaran sehingga kita sendiri menemukan Terang yang menuntun kita dan sesama kita kepada keselamatan. Kita tidak turut memperumitkan situasi tetapi berusaha untuk menemukan jalan keluar yang terbaik. Semoga Terang-Nya yang kita terima dalam hati kita, memampukan kita untuk selalu dekat dengan-Nya. Selamat Natal dan Tuhan memberkati.

13. HENING SEJENAK

14 SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Saudara-saudari yang terkasih, meskipun kita hina dan penuh dosa, Allah sudi mendatangi kita dan hidup di tengah kita. Dialah cahaya yang menuntun kita keluar dari kegelapan dosa kita. Marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada-Nya: 

P : Semoga damai Natal yang kita alami dalam perayaan ini, meneguhkan juga para pemimpin bangsa dan negara, agar mereka dikuatkan dalam upaya untuk menciptakan perdamaian di atas muka bumi kita ini. Marilah kita mohon… 

P : Semoga kelahiran Yesus menginsprasi banyak pihak untuk menyelamatkan generasi muda dan anak-anak terlantar, agar mereka pun merasakan bahwa mereka diterima oleh dunia dan sesamanya. Marilah kita mohon…

P : Semoga Yesus, Cahaya Kebenaran yang sedang datang ke dalam dunia ini, menguatkan semua pejuang kebenaran untuk tetap setia pada jalan yang mereka tempuh. Marilah kita mohon… 

P : Semoga di hari raya Natal ini, kita bisa saling memaafkan dan menerima satu sama lain, agar terciptalah kedamaian di dalam hati kita dan di dalam hati sesama kita. Marilah kita mohon…

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Allah Bapa yang mahabaik, demikianlah doa-doa permohonan kami. Dengarkanlah dan kabulkanlah, demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 

16. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah telah sudi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dan membawa kita kepada hidup yang kekal. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:

Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Ketika kami jauh daripada-Mu, Engkau mengutus Putra-Mu untuk menunjukkan kami jalan yang benar untuk kembali kepada-Mu. Oleh Roh Kudus, Ia lahir dari rahim perawan Maria. Maka kami pun berseru:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Ketika Sabda-Mu menjadi manusia, Ia memancar-kan di hadapan kami, keagungan-Mu yang tak terperikan. Engkau, Allah yang tak kelihatan, kini dapat kami kenal dalam diri Putra-Mu, Juru selamat kami. Maka kami pun berseru:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Oleh kehadiran Putra-Mu di tengah kami, kabut yang menyelibuti hati dan budi kami ditembusi sinar surgawi. Maka terbukalah cakrawala baru sehingga kini kami dapat mendambakan kasih karunia dan penyelamatan-Mu yang tadinya tak terbayangkan. Maka kami pun berseru:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

18. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.

19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

21. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Allah Bapa yang maharahim, Sang Penyelamat dunia yang lahir hari ini, telah membuka pintu keselamatan bagi kami semua. Perkenankanlah kami mengimani Putra-Mu dan teguhkanlah kami agar kami menjadi manusia yang hidup dalam terang cahaya-Mu.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

22. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

23. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

24. LAGU PENUTUP

***


Roma, 17 Desember 2020

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD