Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA  

P : Dalam Minggu keempat masa Adven ini, kita akan mendengarkan berita tentang Allah yang mahamulia dan patut dipuji yang amat memperhatikan kita yang hina. Bacaan pertama yang diambil dari kitab kedua Samuel, mengisahkan kepada kita tentang rencana Daud untuk membangun rumah Tuhan, yang akan menandakan kehadiran Tuhan di tengah mereka. Tuhan pun berjanji untuk memperhatikan Daud dan kerajaan-Nya. 

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, mengajak kita untuk memuliakan Tuhan, sebab hanya Dialah satu-satunya Allah yang mahabijaksana. Meskipun kita hina, Dia tetap memperhatikan kita dan menginginkan agar kita semua selamat. 

Bacaan Injil memperdengarkan kepada kita tentang berita gembira rencana keselamatan Allah. Rencana yang amat besar dan dinanti-nantikan itu dikabarkan kepada seorang gadis sederhana di kampung kecil bernama Nazareth. Kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa di hadapan Tuhan, kita semua memiliki tujuan hidup. Kita semua diundang untuk turut menjadi hamba Tuhan yang menerima kedatangan Tuhan di dalam hidup kita setiap hari. 

 [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Di hadapan Tuhan yang datang dan kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa,  serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

[TANPA KEMULIAAN]

04. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] 

Allah yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas kedatangan Putra-Mu ke dunia untuk menye-lamatkan kami. Semoga kami dapat mempersiapkan hati kami dengan baik sehingga kami dapat dengan gembira menyambut kedatangan-Nya

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (2Sam. 7:1-5, 8b-12,14a,16)

L : Bacaan dari Kitab kedua Samuel

Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."

Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:  "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU  

08. BACAAN KEDUA (Rm. 16:25-27)

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma

Saudara-saudari, bagi Dia, yang berkuasa menguat-kan kamu, menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. ALLELUIA (Luk 1:38)

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

P : Aku ini adalah hamba Tuhan; * 

jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

10. INJIL (Luk. 1:26-38)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Kita barusan mendengarkan Kabar Gembira tentang Allah yang rela menjadi manusia untuk menyelamat-kan kita. Melalui rahim Maria, Dia akan menjadi satu di antara kita. Kita renungkan dua pokok berikut ini untuk hidup kita. 

Pertama, kita amat berharga di mata Tuhan. Dalam Injil disebutkan bahwa Tuhan mengutus malaikat-Nya menemui seorang perawan bernama Maria. Ia tinggal di kampung kecil bernama Nazareth. Pada masa itu, Nazareth hanyalah dusun kecil yang tidak terkenal. Namun demikian, rencana besar Tuhan, dimulai di dusun udik ini. Ia tidak dimulai di Yerusalem, tetapi jauh di tempat terpencil. 

Berita ini membuat kita merasa amat berharga karena kita tidak sendirian. Sosok Maria yang sederhana adalah sosok kita juga. Kita bukanlah siapa-siapa. Mungkin kita juga tidak dikenal oleh banyak orang. Orang juga tidak tahu dari mana kita berasal, karena mungkin kampung asal kita bukanlah kampung yang terkenal. Namun demikian, kita dikenal oleh Tuhan dan Tuhan memiliki rencana khusus dengan hidup kita. Sama seperti Maria yang sederhana, kita diminta kesediaan untuk menerima Tuhan dalam hati dan hidup kita. 

Kedua, kita diajak untuk tidak takut. Ketika berita besar ini disampaikan, Maria menjadi terkejut dan takut. Ia merasa tidak layak untuk tugas yang sebesar ini. Namun demikian, Maria terbuka terhadap rencana Tuhan. Malaikat sendiri memintanya untuk tidak takut karena semuanya sudah direncanakan Tuhan dan akan berjalan dengan baik. Yang paling penting adalah keterbukaan hati. 

Di tengah situasi wabah dan kecemasan sekarang ini, berita tentang Tuhan yang datang dan berada ver-sama kita tentu berita yang amat menggembirakan. Kita tidak merasa sendirian karena Dia, Pemilik Kehidupan, datang berada bersama kita. Meskipun kita tetap memiliki sikap waspada, kita tidak perlu lagi merasa takut. Kita semua beroleh kasih karunia di hadapan Tuhan. Tuhan amat mencintai kita semua. Kita pun diajak untuk saling meneguhkan satu sama lain, agar tidak merasa takut. Semoga kita tidak berlaku sebaliknya, yaitu saling menakut-nakuti yang lain dengan sikap atau kata-kata kita yang tidak baik. Tuhan memberkati kita semua. 

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Saudara-saudari yang terkasih, meskipun kita tidak layak, Tuhan tetap mendatangi kita. Di minggu gembira ini, kita ungkapkan kegembiraan hati kita dengan membersihkan hati kita. Marilah kita memohonkan bantuan Tuhan melalui doa-doa permohonan berikut ini: 

P : Semoga para bangsa di dunia bisa mengupayakan penyelesaian konflik dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan atau peperangan. Marilah kita mohon… 

P : Semoga kerendahan hati Maria yang menerima rencana Tuhan, menginspirasi penghargaan terhadap kaum perempuan  dan peranannya di dalam pembangunan dunia dan manusia. Marilah kita mohon…

P : Semoga semua upaya untuk melawan berkembangnya wabah virus corona ini, mendapatkan dukungan dan perhatian dari semua elemen masyarakat, demi keselamatan semua orang. Marilah kita mohon… 

P : Semoga kita saling menghargai satu sama lain mengingat bahwa semua orang berharga dii mata Tuhan dan memiliki rencana Tuhan dalam dan melaui hidup mereka. Marilah kita mohon…

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Allah Bapa yang mahabaik, demikianlah doa-doa permohonan kami. Dengarkanlah dan kabulkanlah, demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 

15. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Raja kita amat  baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:

Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta-kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk me-nyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, untuk berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.

U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.

P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

17. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Allah yang mahakuasa, Engkau selalu mengupayakan agar kami semua selamat. Semoga kami yang menimba kekuatan dari Santapan Sabda di hari ini, saling meneguhkan dalam iman agar kami dapat sampai kepada kesalamatan yang Engkau janjikan.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

20. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

21. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

22. LAGU PENUTUP

                                 ***

Roma, 17 Desember 2020

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD