Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari Minggu ini, Gereja mengajak kita semua untuk merayakan Pesta keluarga kudus. Pada malam dan hari Natal, kita merayakan kehadiran Yesus ke dalam dunia, untuk menebus dosa-dosa kita. Yesus hadir dalam satu keluarga yaitu keluarga Yusuf dan Maria. Untuk itu, perayaan hari ini pun disebut sebagai Pesta Keluarga Kudus, yang mengingatkan kita bahwa Yesus hadir di dalam keluarga dan menguduskan keluarga Yusuf dan Maria.
Pada saat yang sama, Gereja juga mengajak kita sekalian untuk menyadari bahwa Tuhan hadir dalam keluarga-keluarga kita. Tuhanlah yang mempertemu-kan suami-istri, bapak dan ibu. Tuhan pula yang mempercayakan buah hati ke dalam keluarga itu. Dengan kata lain, keluarga tidak pernah berjalan sendirian. Tuhan hadir dan tinggal di dalam keluarga kita semua. Itulah natal yang sesungguhnya.
Perayaan ini pun mengingatkan kita untuk melihat lagi situasi dalam keluarga kita. Apakah kita menyadari kehadiran Tuhan dalam keluarga kita? Bagaimana kita mengupayakan agar anggota keluarga kita menyadari kehadiran Tuhan? Mungkin kita putus asa dan melihat bahwa Tuhan tidak ada dalam keluarga kita. Namun, sesungguhnya Tuhan sedang berjuang bersama kita sekalian.
[hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Di hadapan Tuhan yang mempertemukan keluarga-keluarga dan kita sekalian di tempat ini, marilah kita mengakui kesalahan dan dosa kita, agar kita layak mengikuti perayaan kudus ini.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Allah yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas kehadiran Putra-Mu di tengah dunia dan dalam keluarga kudus Nazareth. Semoga di tengah situasi dunia yang sedang dilanda wabah virus ini, kami mampu merasakan kehadiran-Mu yang meneguhkan kami dan keluarga kami.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita sekarang membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan, sumber hidup kita, agar kita mampu menghadirkan-Nya di dalam keluarga kita sekalian.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07 BACAAN PERTAMA (Kej. 15:1-6; 21:1-3)
L : Bacaan dari Kitab Kejadian
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu. Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."
Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirman-kan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENYANYIKAN LAGU
09. BACAAN KEDUA (Ibr. 11:8,11-12,17-19)
L : Bacaan dari Surat kepada umat Ibrani
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, memper-sembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Ibr. 1:1-2)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Luk. 2:22-40)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]
12. RENUNGAN SINGKAT
Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang kehadiran seorang anak di dalam keluarga. Mari kita dalami pesan Tuhan ini dengan melihat pengalaman Abraham dan pengalaman keluarga Nazareth.
Pertama, bacaan pertama dan kedua berbicara tentang kehadiran seorang anak yang amat dirindukan oleh keluarga Abraham dan Sara. Keduanya sudah lanjut usia dan secara manusiawi mereka tidak akan mungkin memiliki seorang anak lagi. Namun, Tuhan tidak pernah lupa akan janji-Nya. Ia datang dan dengan Sabda-Nya sendiri, Ia meneguhkan hati Abraham. Alhasil, Sara pun mengandung dan melahirkan bagi Abraham seorang anak yang diberi nama Ishak. Ishak berarti tertawa, yang mengingatkan akan Sara yang tertawa akan janji Tuhan. Tetapi, nama ini mengingatkan mereka bahwa Tuhan membuat mereka tertawa.
Kisah Abraham, Hagar dan Ishak ini mengingatkan kita bahwa Tuhan memang selalu berupaya untuk membahagiakan keluarga kita. Tidak dapat disangkal bahwa selalu ada kesulitan atau kesusahan dalam rumah tangga kita. Selama kita hidup, kita selalu memiliki kesulitan, tantangan dan kesusahan. Tetapi, kita yakin bahwa Tuhan selalu ada bersama kita, berjalan bersama kita dan membantu kita menemukan jalan keluar. Karena itu, hendaknya kita tidak melupakan Tuhan dalam seluruh perjalanan keluarga kita.
Kedua, bacaan Injil berbicara tentang keluarga Nazareth yang mempersembahkan Yesus kepada Allah di Bait Allah. Menurut kebiasaan Yahudi waktu itu, sesudah empat puluh hari seorang ibu yang melahirkan akan pergi ke Bait Allah untuk menyucikan dirinya dan membawa korban syukur. Keluarga itu akan mempersembahkan kepada Tuhan jika yang lahir itu adalah seorang anak laki-laki pertama. Kebiasaan ini memperlihatkan bahwa keluarga-keluarga Yahudi sejak awal sudah memperkenalkan anggota keluarganya kepada Tuhan. Pada saat yang sama, ketika mereka mempersembahkan putra sulung mereka, mereka juga mempersembahkan seluruh keturunan dan generasi yang mereka lahirkan.
Dari kisah ini kita belajar untuk memperkenalkan kepada keluarga dan generasi kita dengan Tuhan dan hal-hal rohani. Di tengah zaman yang sudah makin sekular ini, nilai-nilai rohani perlahan-lahan mulai hilang. Kadangkala kita temukan bahwa anak-anak muda kurang lagi berminat pada kegiatan rohani. Mungkin ini disebabkan karena dari kecil mereka kurang dibiasakan atau di dalam keluarga kita, kita kurang menciptakan suasana Bait Allah. Kita mungkin kurang mempersembahkan keluarga kita kepada Tuhan. Pada pesta keluarga kudus ini, kita memohonkan berkat Tuhan agar kita mampu meneladani keluarga kudus dari Nazareth, agar nilai-nilai rohani tetap tertanam dalam hati kita dan anak-anak kita. Selamat merayakan Pesta Keluarga Kudus.
13. HENING SEJENAK
14 SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Tuhan selalu berada dan berjalan bersama kita dalam keluarga kita. Marilah kita memohonkan bantuan-Nya melalui doa-doa permohonan berikut ini:
P : Semoga Gereja sebagai keluarga iman menjadi tempat yang membuat setiap orang merasa dekat dengan Tuhan. Marilah kita mohon….
P : Semoga lembaga keluarga sungguh menjadi lembaga yang mempromosikan kebaikan, kedamaian, kerukunan dan penghargaan terhadap kebhinekaan di dalam masyarakat. Marilah kita mohon…
P : Semoga keluarga-keluarga kristiani yang sedang dilanda kesulitan menemukan jalan keluar di dalam Tuhan yang mempersatukan mereka. Marilah kita mohon…
P : Semoga orangtua tunggal tidak merasa sendirian dalam membesarkan anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada mereka. Dan semoga anak-anak yang ditelantarkan mendapatkan kasih sayang dari semua orang di sekitarnya. Marilah kita mohon…
P : Semoga kita semua dimampukan untuk meneladani keluarga kudus Nazareth, yang menghadirkan Tuhan ke dalam rumah tangga kita. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah keluarga dan mengerti akan perjuangan sebuah keluarga. Dengarkanlah doa-doa keluarga-Mu ini dan kabulkanlah doa-doa kami, sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
U : Amin
[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan].
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah telah sudi menjadi manusia, tinggal dalam sebuah keluarga, untuk menyelamatkan kita dan membawa kita kepada hidup yang kekal. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:
Puji syukur berlimpah bagi-Mu, ya Allah yang kekal.
U : Puji syukur berlimpah bagi-Mu, ya Allah yang kekal.
P : Ketika kami jauh daripada-Mu, Engkau mengutus Putra-Mu untuk menunjukkan kami jalan yang benar untuk kembali kepada-Mu. Oleh Roh Kudus, Ia lahir dari rahim perawan Maria. Maka kami pun berseru:
U : Puji syukur berlimpah bagi-Mu, ya Allah yang kekal.
P : Ketika Sabda-Mu menjadi manusia, Ia memancar-kan di hadapan kami, keagungan-Mu yang tak terperikan. Engkau, Allah yang tak kelihatan, kini dapat kami kenal dalam diri Putra-Mu, Juru selamat kami. Maka kami pun berseru:
U : Puji syukur berlimpah bagi-Mu, ya Allah yang kekal.
P : Oleh kehadiran Putra-Mu di tengah kami, kabut yang menyelibuti hati dan budi kami ditembusi sinar surgawi. Maka terbukalah cakrawala baru sehingga kini kami dapat mendambakan kasih karunia dan penyelamatan-Mu yang tadinya tak terbayangkan. Maka kami pun berseru:
U : Puji syukur berlimpah bagi-Mu, ya Allah yang kekal.
P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18. KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
Lalu diberi saat hening secukupnya.
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.
19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH
DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,
pengharapan kami yang sejati,
kasihanilah kami dan bebaskanlah kami
dari segala kemalangan.
Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus
yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,
sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat,
topanglah mereka yang berjuang
bagi kesehatan sesama.
Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu,
dan selamatkanlah kami
dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa,
dalam persekutuan Roh Kudus,
kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.
Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.
Santo Antonius Agung, doakanlah kami.
Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami.
Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin
21. DOA PENYERAHAN KELUARGA KEPADA TUHAN YESUS
(Satu orang peserta dapat membawakan doa berikut ini mewakil keluarga)
Tuhan Yesus, Engkau menguduskan hidup berkeluarga dengan hidup sendiri dalam keluarga Santo Yusuf di Nazaret.
Kami semua berkumpul di hadapan-Mu untuk membaharui penyerahan seluruh keluarga kami kepada-Mu, raja dan pusat segala hati. Kami mohon, tinggallah di rumah kami dan kuasailah kami.
Ya, Yesus Kristus, semoga kami hidup menurut pedoman injil-Mu, rukun, bijaksana, sederhana, dengan sayang menyayangi, dengan hormat-menghormati, tolong menolong dengan senang hati.
Berilah supaya keramahan dan cinta kasih, semangat pengorbanan, kerajinan, dan penghasilan yang cukup selalu berada dalam keluarga kami.
Semoga keluarga kami dapat menjadi garam dan terang bagi keluarga-keluarga di sekitar kami.
Berkatilah kami agar janganlah seorang di antara kami menjauh dari pada-Mu, satu-satunya sumber kebahagiaan kami.
Dikau kami puji bersama Bapa dan Roh Kudus, sekarang dan sela-lamanya. Amin.
21. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa,
Ya Tuhan, kami berterima kasih untuk Sabda-Mu yang meneguhkan hati kami. Engkau selalu berjalan bersama kami. Bantulah kami untuk senantiasa menyadari kehadiran-Mu itu di dalam pekerjaan dan di dalam keluarga kami.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
22. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
23. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
***
Roma, 24 Desember 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

0 Komentar