Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Selamat Tahun Baru 2021. Di hari pertama dari tahun yang baru ini, Gereja mengajak kita untuk merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Gereja menyadari peran Maria dalam sejarah keselamatan umat manusia. Kesediaan Maria membuat rahimnya mengandung dan melahirkan Yesus, Putra Allah yang menjadi manusia.
Perayaan ini mengajak kita untuk meneladani Maria dalam perjalanan kita di tahun yang baru ini. Sama seperti Maria yang menyimpan dan merenungkan Sabda Tuhan di dalam hatinya, kita semua diundang untuk senantiasa merenungkan Sabda Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita merenungkannya, kita sedang mengizinkan Sabda Tuhan itu masuk ke dalam hati kita. Sama seperti Bunda Maria menerima Sabda itu dalam rahimnya, kita pun menerima-Nya di dalam hati kita.
Kita mohonkan rahmat Tuhan yang akan selalu mendampingi kita selama perjalanan di tahun yang baru ini. Terutama kita memohonkan agar wabah virus corona yang masih berlangsung ini dapat berhenti. Mari kita siapkan batin kita untuk melangsungkan ibadah Tahun Baru kita ini.
[hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah kita menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya hati kita kian layak untuk mendengarkan dan meresapkan Sabda Tuhan.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahkan umat manusia keselamatan kekal, melalui kedatangan Yesus Putra-Mu dalam rahim Bunda Maria. Teguhkanlah kami dalam iman seperti yang dimilikinya ketika ia menerima cinta kasih-Mu.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar-kan Sabda Tuhan, agar kita memiliki pedoman iman dalam hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07 BACAAN PERTAMA (Bil. 6:22-27)
L : Bacaan dari Kitab Bilangan
TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENYANYIKAN LAGU
09. BACAAN KEDUA (Gal. 4:4-7)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Ibr. 1:1-2)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Luk. 2:16-21)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]
12. RENUNGAN SINGKAT
Perayaan tahun baru selalu menjadi perayaan yang menggembirakan namun sekaligus juga mencemas-kan. Kita gembira karena kita memasuki tahun yang baru, namun kita cemas karena kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi di tahun yang baru ini. Pengalaman yang sama dialami juga oleh Maria, Bunda Allah.
Dalam bacaan injil tadi kita mendengar bahwa Maria menyimpan segala perkara tersebut di dalam hatinya. Ia tidak mengerti bagaimana para gembala itu bisa mengetahui segala yang sedang terjadi pada dirinya dan Yusuf. Sudah tentu, mereka tidak mengenal para gembala tersebut, tetapi para gembala itu mengetahui semua yang sedang terjadi. Tetapi kita tahu bahwa semuanya ini dilakukan oleh Tuhan. Tuhan menggerakkan para gembala untuk menuju Betlehem. Inilah yang meneguhkan hati Maria bahwa Tuhan selalu menyertai mereka yang menerima rencana keselamatan yang ditawarkan-Nya.
Di tahun yang baru ini, kita pun memohonkan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Kita yakin dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana dalam dan melalui hidup kita. Yang bisa kita buat adalah mengizinkan-Nya untuk berjalan bersama kita dan melibatkan-Nya dalam seluruh rencana hidup kita. Kita pun yakin, ketika Ia berjalan bersama kita, Ia akan membuka jalan saat kita merasa buntu atau putus asa; Ia akan menuntun kita ke jalan yang benar ketika kita kehilangan diri dan arah hidup.
Bunda Maria adalah model bagi kita semua. Dia adalah manusia biasa seperti kita. Namun, ia menerima untuk melibatkan diri-Nya dalam rencana besar Tuhan. Ia membuka rahimnya bagi misteri penjelamaan Allah menjadi manusia. Mari kita melangkah masuk ke tahun yang baru ini dengan menerima Tuhan di dalam hati kita agar langkah kaki kita menjadi lebih pasti dan beban hidup kita bisa menjadi lebih ringan. Dialah Immanuel, Tuhan yang selalu beserta kita. Selamat memasuki tahun yang baru, Tuhan memberkati kita semua.
13. HENING SEJENAK
14 SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Allah kita bukanlah Allah yang jauh. Kita diperkenan-kan menyapa-Nya: Allah, Bapa. Tahun yang baru ini kita serahkan kepada-Nya dalam doa kita:
P : Semoga Gereja menjadi ibu bagi siapa pun yang menghadapi kesulitan dan tidak tahu jalan keluarnya, serta menjadi pelabuhan yang aman bagi mereka yang tersesat. Marilah kita mohon…
P : Semoga berkat Tuhan turun atas bangsa dan negara kita sehingga selama tahun yang baru ini dapat berhasil dalam menciptakan keamanan, kedamaian dan kesejahteraan umum. Marilah kita mohon…
P : Semoga anak-anak muda kita diberkati Tuhan sehingga mereka dapat mengarahkan hidup mereka dan mengembangkan diri mereka kepada hal-hal yang meningkatkan kualitas hidup bersama. Marilah kita mohon…
P : Semoga di tahun yang baru ini kita semua dilindungi dari marabahaya, dikaruniai kesehatan dan rezeki yang baik dan hidup berdampingan satu sama lain dalam semangat cinta dan kekeluargaan. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa kami, kami mohon, agar Bunda Maria, yang Engkau perkenankan mengandung Yesus Putra-Mu, merestui dan mengantar permohonan kami ini kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan].
16. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah kita amat baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang, lahir dari rahim Bunda Perawan Maria dan tinggal di tengah-tengah kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru:
Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Ketika kami jauh daripada-Mu, Engkau mengutus Putra-Mu untuk menunjukkan kami jalan yang benar untuk kembali kepada-Mu. Oleh Roh Kudus, Ia lahir dari rahim perawan Maria. Maka kami pun berseru:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Ketika Sabda-Mu menjadi manusia, Ia memancar-kan di hadapan kami, keagungan-Mu yang tak terperikan. Engkau, Allah yang tak kelihatan, kini dapat kami kenal dalam diri Putra-Mu, Juru selamat kami. Maka kami pun berseru:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Oleh kehadiran Putra-Mu di tengah kami, kabut yang menyelibuti hati dan budi kami ditembusi sinar surgawi. Maka terbukalah cakrawala baru sehingga kini kami dapat mendambakan kasih karunia dan penyelamatan-Mu yang tadinya tak terbayangkan. Maka kami pun berseru:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Atas karya-Mu yang agung itu, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18. KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
Lalu diberi saat hening secukupnya.
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.
19. MENDOAKAN MAGNIFICAT MARIA (Luk 1:46-56)
P : Di awal tahun 2021 ini, marilah kita memadahkan pujian kepada Tuhan dengan mendaraskan Madah Pujian Maria, yang diambil dari injil Lukas (1:49-55). Kita mendoakannya bersama-sama.
Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
20. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa,
Allah Bapa kami yang mahabaik, pada hari raya tahun baru ini kami Engkau perkenankan mengenangkan kelahiran Putra-Mu, yang lahir dari Santa Maria Bunda Allah. Berilah kami kesehatan, pekerjaan, sukses, persahabatan dan kedamaian. Perkenankanlah kami mendiami dunia secara lebih baik dan semoga Engkau merestui segala pekerjaan kami.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
21. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
22. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
23. LAGU PENUTUP
***
Roma, 24 Desember 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

0 Komentar