Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu 

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita memasuki Minggu Kedua dalam Masa Biasa. Gereja mengajak kita untuk merenungkan kembali panggilan hidup kita. Sesungguhnya, setiap kita memiliki panggilan untuk membangun dunia kita menjadi sebuah surga kecil. 

Melalui bacaan tentang panggilan nabi Samuel dalam bacaan pertama, kita disadarkan bahwa seringkali Tuhan memanggil kita. Mungkin kita mendengar suara-Nya atau mungkin juga kita tidak mengenal suara-Nya. Kita pun berdoa, semoga hati kita bisa mendengarkan sapaan Tuhan dalam hidup kita setiap hari. 

Rasul Paulus pun mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan hidup sesuai panggilan Tuhan, karena kita telah dibayar dengan harga yang mahal yaitu dengan darah Kristus. Tubuh kita pun mesti menjadi Bait Kudus Allah.

Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan kisah panggilan murid-murid Yesus. Ada yang menjawab secara langsung, ada pula yang diajak oleh yang lain. Sama seperti mereka, kita pun bisa saling mengajak, menolong dan meneguhkan satu sama lain untuk menjadi murid Tuhan yang setia, terutama di tengah wabah virus corona kini. 

[hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,  

[hening sejenak] 

Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau selalu memanggil kami agar kami senantiasa dekat dengan-Mu. Kami berterima kasih secara khusus atas penjelmaan Yesus menjadi manusia. Semoga hati kami selalu terbuka untuk mendengarkan suara-Mu yang mengetuk dan memanggil kami agar selalu dekat kepada-Mu. Semoga kami pun saling menolong satu sama lain untuk menjadi murid-Mu yang setia.

Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar-kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]



07. BACAAN PERTAMA (1Sam 3:3-10,19)

L : Bacaan dari Kitab Pertama Samuel.

Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.

Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali." Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.

Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi men-dapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. 

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

08. MENYANYIKAN LAGU  

09. BACAAN KEDUA (1Kor 6:13-15,17-20)

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus 

Saudara-saudari, makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Yoh 1:41,17b)

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

P : Kami telah menemukan Mesias, * 

kasih karunia dan kebenaran datang oleh-Nya.

U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Yoh 1:35-42)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas, artinya Petrus."

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

12. RENUNGAN SINGKAT

Dalam bacaan Injil tadi kita melihat tiga kelompok manusia. Mereka memiliki satu pandangan yang sama, yaitu memperkenalkan dan mengikuti Yesus. Mari kita bahas ketiga kelompok ini untuk menarik maknanya bagi kita. 

Pertama, Yohanes Pembaptis. Ia berdiri bersama kedua muridnya, menyaksikan Yesus yang lewat. Lalu ia menyatakan bahwa yang sedang lewat itu adalah Anak Domba Allah. Dia mengenal-Nya dan memper-kenalkan-Nya kepada kedua muridnya. Dia pun membiarkan kedua muridnya mengikuti Yesus dan bahkan menjadi murid Yesus.

Kisah ini mengajak kita semua untuk menjadi Yohanes Pembaptis, dimulai di dalam keluarga kita, di tengah-tengah orang-orang yang dekat dengan kita. Seperti Yohanes, kita bisa memperkenalkan Tuhan dan menunjukkan bahwa Tuhan sedang lewat di dalam kebersamaan kita. Kita mengajak mereka untuk menyadari kehadiran-Nya. Siapa tahu mereka juga ditarik untuk merasakan kehadiran-Nya dan menjadi murid Tuhan yang lebih setia. 

Kedua, kedua murid Yohanes Pembaptis, yang salah satunya bernama Andreas. Segera setelah mendengar-kan petunjuk dari gurunya, mereka pun langsung mengikuti Yesus. Yang menarik, ketika Yesus bertanya kepada mereka, mereka langsung menyapa Yesus dengan Rabi, yang artinya guru. Mereka beralih dari guru mereka Yohanes kepada Yesus. Dalam kegugupan, mereka menanyakan tempat tinggal Sang Guru. Jawaban Yesus sederhana saja, “mari dan lihatlah!” yang berarti, “kamu ikuti saja saya dan kita terus berjalan bersama!” Tuhan tidak menentukan tempat tinggal-Nya, tetapi sejauh kita berjalan bersama Dia, Dia ada di dalam hati kita, karena Tubuh kita adalah Bait-Nya. 

Dari kedua murid Yohanes Pembaptis ini kita belajar untuk mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Mungkin kita mengalami banyak sekali keterkejutan atau kekaguman di dalam hidup kita, entah pada orang atau pada barang atau pada apapun. Namun, kekaguman itu mesti membawa kita kepada Dia, Sang Pencipta. Seringkali terjadi bahwa kita malah menjadikan tokoh atau keinginan-keinginan kita sebagai guru kita yang terus kita ikuti. Tetapi, kedua murid Yohanes Pembaptis ini mengajak kita untuk menemukan Guru yang Sejati di dalam diri Yesus Kristus. Dia adalah Guru kita yang sesungguhnya, yang mengajarkan kita hidup yang baik dan benar, yang mengantar kita kepada keselamatan. 

Ketiga, Simon Petrus. Ia adalah saudara dari Andreas. Setelah bersama Yesus, Andreas memperkenalkan Yesus kepada saudaranya Simon. Andreas rupanya belajar dari Yohanes Pembaptis untuk memper-kenalkan Yesus kepada semakin banyak orang, mulai dari dalam lingkaran keluarga atau orang-orang dekatnya. Simon dibawa Andreas kepada Yesus dan Simon menuruti saja ajakan Andreas saudaranya. Yang menarik, rupanya Yesus sudah mengetahui siapa itu Simon. Yesus mengetahui siapa bapanya (yang bernama Yohanes) dan tahu karakternya yang keras, sekeras batu. Yesus pun menambahkan nama Batu (dalam bahasa Ibrani Kefas dan dalam bahasa Latin Petrus), sehingga ia menjadi Simon Petrus. Kelak, ia memang menjadi sosok kuat yang menjadi pemimpin dari para rasul.

Dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan sudah mengetahui siapa diri kita. Entah kita kudus atau berdosa, Tuhan tetap mencintai kita dan memakai kita untuk tugas perutusan-Nya. Jika kita merasa tidak layak, kita bisa meminta bantuan sesama kita untuk bersama mereka kembali kepada Tuhan. Atau, jika sesama kita mengajak kita untuk kembali kepada Tuhan, kita buka hati kita supaya kita bisa disapa lagi secara khusus oleh Tuhan. 

Selamat menemukan jalan panggilan kita masing-masing. Mari kita saling membantu agar hidup kita menjadi pelayanan bagi Tuhan dan tubuh kita menjadi Bait Kudus Allah.   

13. HENING SEJENAK


14. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Tuhan bersabda, “Mari dan lihatlah!”. Kita berterima kasih karena Tuhan mengundang kita untuk selalu bersama-Nya. Marilah kita memanjatkan doa-doa permohonan kita kepada-Nya.   

P : Bagi para pemimpin Gereja. Semoga mereka semua dilimpahi semangat kerendahan hati dan hidup sederhana serta tidak membanggakan diri sendiri dalam mewartakan kabar gembira Yesus Kristus, serta menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Guru sejati. Marilah kita mohon…

P : Bagi para penanggung jawab dalam masyarakat. Berilah mereka semangat ketabahan dalam melayani masyarakat di tengah situasi yang penuh tantangan di saat kini. Marilah kita mohon… 

P : Bagi rahmat panggilan khusus. Semoga kaum muda kita merasakan suara panggilan Tuhan untuk melayani-Nya sebagai imam, biarawan, biarawati dan misionaris. Marilah kita mohon…. 

P : Bagi kita sekalian. Semoga kita sekalian merasakan panggilan hidup kita dan saling meneguhkan untuk menjalani rahmat panggilan itu di dalam keluarga, di tempat kerja dan di mana saja kita berada, sehingga makin banyak orang mengenal dan mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita mohon…. 

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Kabulkanlah demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte ini dikumpulkan usai doa umat dan dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 


16. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, setelah menyadari karya keselamatan Allah bagi hidup kita, marilah kita memuji Dia dan berseru: 

Terpujilah Engkau di surga

U : Terpujilah Engkau di surga

P : Allah, Bapa yang maharahim, kami memuji nama-Mu karena Engkau telah memanggil dan mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Maka kami memuji Engkau:

U : Terpujilah Engkau di surga

P : Ya Bapa, terdorong oleh cinta kasih, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau:

U : Terpujilah Engkau di surga

P : Ketika kami berdosa dan karenanya menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa. Sebaliknya, Engkau mendekati kami dalam diri Yesus Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau:

U : Terpujilah Engkau di surga

P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami dan menjadikan kami anak-anak terang. Maka kami memuji Engkau:

U : Terpujilah Engkau di surga

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

18. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni yang bertemakan syukur.

19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

20. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Tuhan, terima kasih untuk hadir bersama kami dalam perayaan ini. Semoga hati kami semakin terbuka untuk menerima Sabda-Mu agar kami dapat mengarahkan hidup kami sesuai kehendak-Mu. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

21. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

22. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

23. LAGU PENUTUP

***


Roma, 13 Januari 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD