Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Jangan lupa untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Pada Minggu Kedua Masa Prapaskah ini, kita akan mendengarkan tentang Kisah Abraham yang diuji Tuhan untuk mengorbankan putra tunggalnya Ishak. Tuhan tentu tidak menghendaki kematian Ishak, namun Dia mau menguji apakah Abraham setia kepada-Nya. Abraham pun lulus dalam ujian ini. Pengalaman Abraham ini bisa juga menjadi pengalaman kita. Tuhan menguji iman kita melalui berbagai cara dan kesempatan. Hanya orang yang setia kepada-Nya yang akan lulus dalam setiap ujian iman tersebut. 

Kita juga akan mendengarkan kisah tentang Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya di Gunung Tabor. Ketiga murid Yesus menjadi amat terkejut dan sekaligus bahagia mengalami suasana di Tabor itu, sampai mereka meminta untuk membangun tenda untuk menetap di situ. Kita ingat kata-kata Rasul Paulus dalam bacaan kedua nanti, “jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Bersama Tuhan kita menikmati kebahagiaan. Kita berdoa semoga kita dimampukan untuk setia, sehingga bisa lulus dalam ujian iman kita dan mengalami kebahagiaan hidup bersama Tuhan. Semoga masa puasa ini membuat iman kepada Tuhan kita kian kuat. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

04. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,  [hening sejenak] 

Tuhan yang maharahim dan berbelaskasih, semua manusia dikasihi-Mu dengan tanpa batas. Yesus datang menyapa kehinaan kami dan menyembuh-kan kami. Bantulah kami untuk selalu setia dan menyadari kehadiran-Nya serta sembuhkanlah semua orang yang sekarang sedang diterpa virus Corona di saat ini. 

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar-kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18)

L : Bacaan dari Kitab Kejadian.

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman TUHAN: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU  

08. BACAAN KEDUA (Rm. 8:31b-34)

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Roma 

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. BAIT PENGANTAR INJIL (Mrk. 9:7)

P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

P : Inilah Anak yang Kukasihi, *

dengarkanlah Dia.

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

10. INJIL (Mrk. 9:2-10)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Peristiwa penampakkan kemuliaan Tuhan di Gunung Tabor yang barusan kita dengarkan tadi menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan rela meninggalkan kemuliaan-Nya dan bersedia berjalan bersama kita. Gunung Tabor banyak kali disebut dalam Perjanjian Lama. Salah satunya disebut dalam Kitab Hakim-hakim yang menuliskan tentang perang orang Israel melawan Raja Kanaan.

Raja Kanaan yang bernama Yabin, memiliki seorang panglima perang bernama Sisera, dengan sembilan ratus kereta besi. Hal ini membuat orang Israel takut. Namun, seorang nabi perempuan bernama Deborah meminta Barak untuk melawan Sisera. Mereka berkumpul di Tabor dan turun melawan Sisera. Sisera akhirnya kalah dan ia mati ditikam kepalanya oleh seorang perempuan (Hak. 4:1-24). Kisah ini hendak menunjukkan bahwa Tuhan itu sangat berkuasa. Ia agung dan perkasa. Maka, penampakkan kemuliaan Tuhan di Gunung Tabor mengingatkan para murid-Nya akan kebesaran Tuhan. Yang berbeda adalah Tuhan yang mulia itu hadir di tengah kita, berjuang bersama kita. Hanya orang yang dekat dengan-Nya dapat mengetahui kehadiran-Nya. 

Kadangkala kita merasa pesimis dan tidak berdaya, tetapi bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil. Rasul Paulus berkata, “jika kita bersama Tuhan, siapakah yang dapat mengalahkan kita?”. Di masa Prapaskah di tengah wabah virus corona ini, kita semua merasa tidak berdaya dan banyak orang merasa putus asa. Situasi kita mungkin sama seperti Abraham yang merasa tidak berdaya harus mengorbankan putra tunggalnya. Namun, jika kita tetap percaya pada Tuhan, kita akan menemukan banyak hal lain dan akan melewati ujian iman ini. Kita bisa menunjukkan kebersamaan kita untuk saling peduli dan mendukung agar kita bisa menemukan keselamatan secara bersama. Kita diminta untuk tidak mencari jalan sendiri-sendiri tetapi bersatu dan saling menolong.

Kita kalah ketika kita menyerah dan tidak mau lagi percaya pada Tuhan. Mungkin banyak orang menikmati kebebasan dari doa atau misa bersama (terutama karena pelayanan di Gereja ditiadakan untuk sementara) dan perlahan-lahan menjauh dari Tuhan di tengah wabah ini. Orang seperti ini adalah orang yang gagal mempertahankan dan menghidupi imannya. Kisah gunung Tabor mengajarkan kita bahwa Tuhan sungguh berjalan dan berjuang bersama kita di dunia ini. Dia mengharapkan agar kita lulus dalam ujian iman ini dan menjadi saksi kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Mari kita saling mendukung satu sama lain agar iman kita kepada Tuhan tetap dan semakin teguh. 

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Tuhan selalu menyertai kita dan hadir dalam kehidupan kita. Dia membangun tenda-Nya di dalam hati kita. Marilah kita menyampaikan kepada-Nya doa-doa permohonan kita. 

P : Semoga mereka yang menjauh dari Gereja di masa pandemi ini, menemukan kembali jalan kepada keselamatan, menghidupi doa dan menghayati iman mereka dengan lebih setia. Marilah kita mohon….

P : Semoga semua orang merasakan kesepian dan disendirikan oleh karena wabah virus corona, mendapatkan kekuatan dari Yesus yang sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Marilah kita mohon….

P : Semoga semua orang Kristen selalu menyadari akan kehadiran Tuhan di tengah mewabahnya virus corona ini, sehingga tetap setia untuk saling menolong satu sama lain, sebagaimana Tuhan senantiasa menolong kita. Marilah kita mohon….

P : Semoga kita semua yang hadir dalam perayaan ini memanfaatkan dengan baik masa puasa dan pantang ini untuk semakin mendekatkan hati dan budi kita kepada Tuhan, Penguasa kehidupan. Marilah kita mohon….

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Kabulkanlah demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte ini dikumpulkan usai doa umat dan dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 

15. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, sadar akan karya penyelamatan Allah bagi kita, marilah kita memuji Dia. Kita menjawab seruan berikut ini dengan berseru: Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Kami memuji nama-Mu, ya Bapa, Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putra-Mu. Maka kami memuji Engkau. Karena kasih-Mu yang besar, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Ketika kami berdosa dan menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa.  Sebaliknya Engkau mendekati kami dalam diri Yesus Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami, sehingga kami dapat ambil bagian dalam pewartaan kabar gembira. Maka kami memuji Engkau: 

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Engkau memanggil kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, sebagai pengikut-pengikut-Nya. Dengan ini kami ambil bagian dalam hidup-Nya. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

17. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Prapaskah.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 


Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Allah yang kekal dan kuasa, terima kasih untuk Sabda-Mu yang menguatkan kami. Bantulah kami untuk selalu setia pada Sabda-Mu dan menghidupi-Nya dalam hidup harian kami, agar kami dapat dihantar kepada keselamatan kekal.

Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

20. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

21. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

22. LAGU PENUTUP

***


Roma, 21 Februari 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD