Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Jangan lupa untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Pada Minggu Ketiga Masa Prapaskah ini, Gereja mengajak kita untuk mendengarkan lagi Sepuluh Perintah Allah yang diterima Musa di Gunung Sinai. Perintah ini akan kita dengarkan dalam bacaan pertama nanti. Kita pun diajak untuk menilai hidup kita: apakah kita memang mengikuti Perintah Tuhan, ataukah kita mengabaikannya dan mengikuti kemauan kita sendiri.

Bacaan kedua mengajak kita untuk bersyukur atas rahmat penebusan yang terjadi melalui kematian Yesus di salib. Kematian Yesus dianggap sebagai kebodohan dan skandal karena Ia dihitung ke dalam kumpulan penjahat. Padahal, kitalah yang berdosa dan Dia menebus dosa kita. 

Bacaan Injil pun mengajak kita untuk menilai hidup kita sendiri. Yesus mengusir para pedagang dan penukar uang dari dalam Bait Suci. Tindakan ini mengingatkan kita, apakah hati kita sungguh menjadi Bait Allah Tuhan ataukah hati kita penuh dengan urusan-urusan duniawi, yang membuat hati kita tidak lagi suci? Mungkin baik juga jika selama masa prapaskah ini kita membereskan dan membersihkan hati kita agar kembali menjadi Bait Allah, tempat Ia bertahta. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

04. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,  [hening sejenak] 

Tuhan yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang menjadi pegangan hidup kami. Bantulah kami untuk selalu merenungkan Sabda-Mu dan melaksanakan perintah-Mu dalam hidup kami. Semoga masa prapaskah ini membuat kami mampu menata lagi hati kami untuk bisa menjadi tempat-Mu meraja dan bertahta.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar-kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]

06. BACAAN PERTAMA (Kel. 20:1-17)

L : Bacaan dari Kitab Keluaran.

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.  Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu." 

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU  

08. BACAAN KEDUA (1Kor. 1:22-25)

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus Kepada Jemaat di Korintus

Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 3:16)

P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

P : Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, * supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

10. INJIL (Yoh. 2:13-25)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak memper-cayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Kita baru saja mendengarkan kisah Yesus membersihkan Bait Allah dari kegiatan jual beli. Pada masa Yesus, orang Israel memiliki hanya satu Bait Allah yaitu di Yerusalem. Dalam setahun, setiap laki-laki dewasa diwajibkan untuk merayakan tiga perayaan penting di Yerusalem yaitu Hari Raya Tujuh Minggu mengenang pemberian hukum di Sinai, hari raya Paskah, dan hari raya Pondok Daun untuk bersyukur atas hasil panen. Selain itu, ada yang datang untuk mempersembahkan kurban syukur dan kurban pengudusan diri. Untuk maksud ini, mereka harus membawa juga hewan kurban. Bagi yang tidak membawa, mereka bisa membeli kambing, domba, lembu atau merpati di sekitar Bait Allah. Itulah sebabnya halaman Bait Allah menjadi penuh dengan kegiatan jual beli atau tukar menukar uang. 

Hal ini membuat orang tidak lagi memperhatikan kekudusan tempat doa tersebut. Semakin besar pestanya, maka semakin besar pula kegiatan pasar di sekitar Bait Allah. Secara perlahan, orang tidak lagi memperhatikan doa tetapi sibuk dengan urusan uang. Bait Allah menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan. Yesus pun ingin mengembalikan fungsi tempat itu dengan mengusir mereka semua. 

Kisah ini mengajak kita untuk melihat lagi hidup kita. Rasul Paulus mengatakan bahwa tubuh kita adalah Bait Allah. Itu berarti, kita hendaknya menjaga kekudusan atau kesucian hati kita. Namun, siapa tahu, hati kita mungkin terlalu penuh dengan urusan duniawi, sehingga kita tidak lagi memiliki tempat untuk Tuhan. Kadangkala mungkin kita lebih mencemaskan urusan ekonomi daripada memberikan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang kita terima. Atau bisa juga terjadi bahwa kita sama sekali tidak mengizinkan Tuhan bersemayam di dalam hati kita. 

Di masa prapaskah ini, kita diajak oleh Yesus untuk membenahi hati kita. Mungkin sejenak kita bereskan kecemasan kita dan menyerahkannya kepada Tuhan. Atau bisa jadi kita terlalu mengurus hal lain sehingga lupa untuk berdoa, apalagi di tengah situasi wabah sekarang ini, di mana orang mungkin tambah tenggelam dalam kemalasan untuk berdoa. Semoga hati kita menjadi rumah tempat bertahtanya Tuhan, karena Dia akan mengarahkan kita kepada Rumah Abadi-Nya. 

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Tuhan selalu menginginkan agar kita selamat. Dengan sepenuh hati, marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Tuhan yang maharahim, yang selalu membuka pintu keselamatan bagi kita. 

P : Semoga Gereja, dikuatkan oleh Roh Kudus dan bersatu dalam wafat dan kebangkitan Kristus, mampu membawa harapan dan cinta di tengah dunia yang dipenuhi dengan pertikaian dan kematian. Marilah kita mohon….

P : Semoga para pemimpin negara dibebaskan dari kepentingan pribadi atau golongannya di tengah situasi pandemi ini, dan bersatu padu menemukan jalan keluar terbaik bagi kesehatan dan kehidupan semua orang. Marilah kita mohon….

P : Semoga para ilmuwan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap upaya penelitian ilmu pengetahuan. Marilah kita mohon….

P : Semoga kita sekalian, diteguhkan oleh pembaptis-an kita, mampu memberikan kesaksian kepada dunia tentang kekuatan cinta yang menyelamatkan. Marilah kita mohon….

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Kabulkanlah demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte ini dikumpulkan usai doa umat dan dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 

15. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, sadar akan karya penyelamatan Allah bagi kita, marilah kita memuji Dia. Kita menjawab seruan berikut ini dengan berseru: Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Kami memuji nama-Mu, ya Bapa, Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putra-Mu. Maka kami memuji Engkau. Karena kasih-Mu yang besar, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Ketika kami berdosa dan menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa.  Sebaliknya Engkau mendekati kami dalam diri Yesus Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami, sehingga kami dapat ambil bagian dalam pewartaan kabar gembira. Maka kami memuji Engkau: 

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Engkau memanggil kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, sebagai pengikut-pengikut-Nya. Dengan ini kami ambil bagian dalam hidup-Nya. Maka kami memuji Engkau:

U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

17. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Prapaskah.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.


Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-10

P : Marilah kita mendoakan bersama-sama Mazmur 34:2-10. Yang ada Alkitab, kita buka dan kita doakan bersama-sama.


Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; 

puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Karena TUHAN jiwaku bermegah; 

biarlah orang-orang yang rendah hati 

mendengarnya dan bersukacita.

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, 

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, 

dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, 

maka mukamu akan berseri-seri, 

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, 

dan TUHAN mendengar; 

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat TUHAN berkemah 

di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, 

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

20. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Tuhan, kami berterima kasih atas kesempatan merayakan ibadah ini. Kami bersyukur pula untuk keselamatan yang kami peroleh berkat Yesus Putra-Mu. Semoga kami mampu untuk senantiasa membersihkan hati kami, agar dengan hati murni kami selalu dapat menyambut-Mu untuk berdiam di dalam hati kami.

Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

21. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

22. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

23. LAGU PENUTUP

***


Ledalero, 4 Maret 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD