Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Jangan lupa untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.

NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Dalam bacaan pertama di hari Minggu ini, kita akan mendengarkan kasih setia Tuhan kepada umat Israel. Tuhan berupaya untuk menyelamatkan mereka, namun mereka menolak. Hasilnya, kota mereka Yerusalem hancur lebur dan mereka sendiri diangkut menjadi budak di Babel. Meskipun demikian, Tuhan tetap menunjukkan cinta-Nya dengan  membawa mereka kembali ke Yerusalem. 

Kisah ini memberikan harapan kepada kita bahwa Tuhan tetap mencintai kita. Hal yang sama digemakan kembali oleh Rasul Paulus dalam bacaan kedua nanti. Oleh rahmat kasih-Nya, kita diselamatkan, karena Tuhan menghendaki agar kita hidup. Jika kita berdosa, Tuhan tetap menanti pertobatan kita, karena pertobatan akan membawa kita kepada keselamatan.  

Yesus pun mengatakan hal yang sama. Tuhan amat mencintai kita sehingga Ia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menyelamatkan kita. Marilah pada masa pertobatan ini, kita membuka hati kita untuk kembali kepada Tuhan. Pertobatan akan menuntun kita kepada jalan keselamatan. 

[hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin. 

04. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,  [hening sejenak] 

Tuhan yang maharahim, kami bersyukur atas cinta-Mu yang luar biasa kepada kami, manusia hina ini. Meskipun mungkin kami kurang peduli pada keselamatan kami, namun Engkau berupaya dengan berbagai cara untuk menuntun kami kembali ke jalan yang benar. Semoga kami mampu memanfaatkan masa penuh rahmat ini untuk memperbaiki tingkah laku kami dan membersihkan hati kami, agar kelak kami dapat menikmati kemuliaan kebangkitan Putra-Mu yang menyelamat-kan kami.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar-kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]



06. BACAAN PERTAMA (2Taw. 36:14-16,19-23)

L : Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh.

Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka. Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.

Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertai-nya, dan biarlah ia berangkat pulang!"

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU  



08. BACAAN KEDUA (Ef. 2:4-10)

L : Bacaan dari Rasul Paulus Kepada Jemaat di Efesus 

Saudara-saudari, Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 3:16)

P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

P : Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, * supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

10. INJIL (Yoh. 3:14-21) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan tadi berbicara tentang kasih setia Tuhan dan keinginan-Nya agar kita selamat. Selain kasih Tuhan yang menyelamatkan, Yesus juga berbicara tentang hukuman. Apakah Tuhan menghukum kita? Yesus sendiri memberikan jawaban bahwa barangsiapa tidak percaya kepada-Nya, orang itu telah berada di dalam hukuman. 

Ketika Yesus datang, Ia membawa warta keselamatan. Ia adalah jalan keselamatan. Ia menunjukkan jalan yang menyelamatkan. Karena itu, orang yang percaya kepada-Nya, akan mengikuti-Nya dan mereka akan dituntun kepada keselamatan kekal. Sedangkan orang yang tidak percaya, mereka memilih jalan yang lain, yang menjauhkan mereka dari jalan keselamatan. Mereka ini sudah memilih hukumannya sendiri. Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa mereka sudah berada di bawah hukuman. 

Dengan demikian, orang yang tidak mengikuti perintah Tuhan, dia sudah memilih hukuman bagi dirinya sendiri, yang mengantarnya kepada jalan yang menyesatkan. Ia berada di jalan yang gelap dan tidak memilih jalur yang terang. Orang yang demikian, suka melakukan kejahatan dan dosa karena ia tidak mengikuti perintah Tuhan dan tidak percaya pada Sabda Tuhan, yang menuntunnya kepada keselamatan. 

Meskipun demikian, Tuhan tetap menunjukkan cinta-Nya kepada kita. Dia tidak akan pernah membiarkan kita binasa. Dia mencoba mengetuk hati kita agar kita dapat kembali kepada-Nya dan dituntun oleh-Nya kepada keselamatan.

Di masa prapaskah ini, mari kita buka pintu hati kita kepada pertobatan. Ketika kita mengikuti atau melakukan jalan salib, kita memandang Dia yang mengorbankan diri-Nya bagi kita, agar kita selamat. Dari atas salib-Nya, Dia juga mengampuni dosa-dosa kita. Kita dipanggil untuk memperbaiki sikap hidup kita dan membiarkan cahaya kebenaran Tuhan masuk ke dalam hati kita sehingga kita dituntun kepada keselamatan. Tuhan tidak menghukum kita, tetapi kitalah yang memilih hukuman bagi kita sendiri. Jika kita bertobat dan kembali kepada-Nya, kita terbebas dari hukuman kekal. Semoga.  

12. HENING SEJENAK

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Berkat kasih karunia-Nya, kita semua diselamatkan. Tuhan selalu menginginkan agar kita semua selamat. Marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan demi keselamatan kita sekalian. 

P : Semoga kunjungan Paus Fransiskus ke Irak membawa perubahan yang besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. Semoga agama tidak menjadi alat untuk menindas orang lain dan perpecahan dalam hidup bersama. Marilah kita mohon….

P : Semoga semua pemimpin dan pemuka agama dapat dengan tekun mengajarkan kebaikan, perdamaian dan kerukunan hidup sehingga terciptakan perdamaian di antara umat manusia. Marilah kita mohon….

P : Semoga seluruh umat beragama senantiasa bahu membahu menciptakan perdamaian dan kerukunan hidup serta menjauhkan permusuhan atau kebencian yang memisahkan umat manusia. Marilah kita mohon….

P : Semoga kita sekalian memanfaatkan masa penuh rahmat ini untuk memperbaiki diri, menjauhkan rasa benci dan mengupayakan perdamaian dengan sesama. Marilah kita mohon….

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Ya Tuhan, terima kasih untuk kasih setia-Mu yang selalu mendampingi kami. Kabulkanlah doa-doa kami, demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

[Dalam perayaan bersama, ada kolekte. Kolekte ini dikumpulkan usai doa umat dan dihantar ke depan altar. Namun, dalam situasi wabah virus corona, kebijakan kolekte diatur oleh masing-masing Keuskupan]. 

15. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Allah kita adalah Bapa yang memperhatikan dan mengasuh kita. Maka marilah kita berseru: 

Terpujilah Engkau di surga.

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, dalam kebijaksanaan-Mu Engkau telah mengatur alam semesta dan menyediakan keperlu-an makhluk ciptaan-Mu. Maka kami berseru: 

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Engkau menjadikan Gereja-Mu kerajaan cinta kasih, supaya dunia mengenal Engkau, satu-satunya Kebaikan Tertinggi, sehingga semua orang mengalami cinta kasih-Mu dapat hidup rukun sebagai saudara. Maka kami berseru: 

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Ya Bapa, Engkau telah mengutus Yesus, tanda kehadiran-Mu yang nyata. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dia, kami dapat sampai kepada-Mu. Maka kami berseru: 

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Dengan terang Roh Kudus-Mu, Engkau menunjuk-kan kebijaksanaan ilahi-Mu, sehingga kami tidak disesatkan oleh pengaruh dunia ini, yang sering tidak selaras dengan kebijaksanaan-Mu. Maka kami berseru: 

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

16. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

17. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Prapaskah.

18. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit, kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melaku-kan pekerjaan mereka dengan memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan tenaga medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka. 

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 


Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami. 

Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.

Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami.

Santo Sebastianus, doakanlah kami. 

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.

Santo Antonius Agung, doakanlah kami.

Santo Damian dari Molokai, doakanlah kami. 

Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami. Amin

19. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Tuhan yang mahakuasa, semoga Sabda-Mu yang kami renungkan dalam perayaan keselamatan ini, sungguh-sungguh kami hayati dalam hidup kami. Kuatkanlah hati kami jika kami lemah dan buatlah agar kami mampu mengatasi tantangan iman kami.

Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

20. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

21. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

22. LAGU PENUTUP

***


Ledalero, 11 Maret 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD