Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. 

Di atas meja hanya disiapkan salib yang dibungkus kain ungu, diapiti lilin YANG BELUM DINYALAKAN. 

Untuk bacaan, siapkan Alkitab. 

Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. 

Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Lalu TANPA TANDA SALIB, Pemimpin langsung berkata: 

P : Hari ini Gereja berkabung, karena Yesus Tuhan kita wafat di salib. Tidak ada kata-kata yang bisa kita ungkapkan karena Tuhan yang amat mencintai kita, rela mati di salib untuk kita. Ia sendiri mati di tangan manusia yang hendak diselamatkan-Nya. 

Kita berkumpul bersama untuk mengenangkan kematian-Nya. Ibadah kita ini akan terdiri dari tiga bagian, yaitu Liturgi Sabda, penghormatan salib dan komuni. Kita akan dihantar untuk mengenangkan dan merasakan penderitaan Tuhan Yesus demi menyelamatkan kita. 

Terhadap misteri sengsara dan wafat Tuhan, marilah kita mengambil sikap hening.

[Sesudah hening sesaat, Pemimpin melanjutkan dengan Doa Pembuka].

01. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,

Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, inilah saatnya Putra-Mu mengorbankan diri dan wafat bagi kami. Inilah saatnya pula Engkau menjunjung tinggi dan memuliakan Dia. Inilah saatnya pula kami berseru kepada-Mu agar menarik kami semua kepada-Mu serta menunjukkan salib sebagai satu-satunya harapan kami. 

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U : Amin. 



02. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan yang berbicara tentang kematian Sang Mesias. Bacaan-bacaan berikut ini agak panjang, tetapi kita diajak untuk turut serta merasakan penderitaan Tuhan kita Yesus Kristus melalui bacaan-bacaan ini. 

03. BACAAN PERTAMA (Yes. 52:13-53:12)

L : Bacaan dari Kitab Yesaya.

Allah bersabda: “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”. 

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU 

Bisa menyanyikan sebuah lagu. 

Atau melitanikan/menyanyikan Mazmur Tanggapan berikut: 

Refrein:

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kupercayakan jiwaku.



Mazmur:

Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung,

Jangan sekali-kali aku mendapat malu.

Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu

ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;

Sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, 

Allah yang setia. (Refrein)


Di hadapan semua lawanku aku tercela,

Tetangga-tetanggaku merasa jijik, 

para kenalanku merasa ngeri;

Mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir.

Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,

Telah menjadi seperti barang yang pecah. (Refrein)

Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya,

Aku berkata, “Engkaulah Allahku!”

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.

Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku

dan bebaskan dari orang-orang yang mengejarku! (Refrein)

Buatlah wajahmu bercahaya atas hamba-hamba-Mu,

Selamatkanlah aku oeh kasih setia-Mu!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,

hai semua orang yang berharap kepada Tuhan. (Refrein)


08. BACAAN KEDUA (Ibrani 4:4-16;5:7-9)

L : Bacaan dari Surat kepada orang Ibrani.

Saudara-saudara, kita mempunyai seorang imam agung mulia yang sudah sampai ke surga, yakni Yesus, Putra Allah. Hendaknya kita berpegang teguh pada pengakuan iman itu. Kita mempunyai imam agung bukan yang tak mampu turut merasakan kelemahan kita, melainkan yang telah dicobai dalam segala hal seperti kita, hanya Ia tidak berdosa.

Maka marilah kita dengan penuh harapan menghadap tahta rahmat Allah, untuk memperoleh belas kasih serta mendapatkan rahmat dan pertolongan pada saat kita memerlukannya.

Di masa hidup-Nya di dunia ini, Yesus memanjatkan doa dan permohonan disertai keluhan dan tangisan kepada Allah yang dapat menyelamatkan-Nya dari maut. Dan sebab takwa, Ia didengarkan oleh Allah. Meskipun Ia Putra Allah sendiri, ia tetap taat dalam derita-Nya. Dan setelah mencapai kesempurnaan, Yesus menjadi sumber keselamatan abadi bagi semua orang yang patuh kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. BAIT PENGANTAR INJIL

[Bisa dinyanyikan, bisa pula dibacakan/didaraskan]

P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

P : Kristus taat untuk kita sampai wafatNya di salib.

Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia,

dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-NYA.

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal

10. INJIL (Yoh. 18:1-19:42, hanya dibacakan Yoh. 19:16-42.) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

TIDAK ada tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. 

 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. 

Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi." Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci :"Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Hening sejenak. 

Semua diajak untuk berlutut di hadapan salib yang masih terselubung, dengan berkata. “Mari kita berlutut mengenangkan Tuhan kita yang wafat”.

Sesudah berlutut sesaat, semua kembali duduk. Pemimpin melanjutkan bacaan. 

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. 

Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

11. RENUNGAN SINGKAT

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan pada hari ini mengisahkan tentang kematian tragis dari seorang utusan Allah, yaitu Yesus. Kematian ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Kelihatan dengan amat jelas bahwa orang benar diperlakukan dengan sama sekali tidak adil. Ia bahkan digolongkan sebgai pemberontak. Tidak ada seorang pun yang membela-Nya. Bahkan murid-murid dan mereka semua yang mengikuti-Nya menghilang. Tinggal Yesus seorang diri. 

Kita bisa membayangkan betapa beratnya Yesus berjuang seorang diri. Dia bukan saja menerima pukulan, melainkan juga cibiran dan olokan. Dia dianggap tidak berguna. Maka penyaliban sudah merupakan hal yang tepat bagi-Nya. Inilah kisah Yesus, yang menjadi korban ketidakadilan. 

Meski demikian, Yesus tidak melawan. Dia tetap setia memikul salib hingga wafat di atas kayu salib. Semuanya demi kita. Dia diam karena Dia tetap mengasihi kita. Perlakuan yang keji terhadap-Nya, tidak mengurangi cinta-Nya kepada kita. Dia tidak membalas atau mengutuk karena Dia amat mencintai kita.

Kita patut berterima kasih atas pengorbanan Yesus yang luar biasa ini. Yesus mengubah salib yang merupakan lambang kekejaman menjadi lambang cinta. Karena di atas salib, Dia tetap mencintai kita. 

Kita berbangga dengan salib bukan karena kengerian salib melainkan karena cinta Tuhan pada kita. Dari sikap Yesus ini, kita pun belajar untuk memandang orang lain sebagai sesama kita. Kadangkala kata-kata dan cibiran kita menyakitkan sesama kita atau malah membuat orang lain susah berkembang. Sabda Yesus tetap sama, “cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”. Dan Yesus menghayatinya sampai mati. Dia tidak membenci siapapun. 

Tuhan, buatlah agar kami senantiasa diingatkan oleh salib-Mu untuk tidak menyalibkan orang lain dengan kata-kata atau tindakan kami. Terima kasih untuk cinta-Mu di atas salib yang menyelamatkan kami. 

12. DOA UMAT MERIAH

P : Kristus, Putera Allah rela menderita sengsara untuk kebahagiaan kita umat-Nya. Maka marilah kita panjatkan doa kepada Allah yang kekal dan kuasa:

P : Bagi Gereja 

Mariah kita berdoa untuk Gereja Katolik yang kudus. Semoga Allah berkenan menganugerahkan damai kepadanya, mempersatukan dan melindunginya di seluruh dunia. Semoga Allah melanjutkan karya belas kasih-Nya terhadap semua putra-putri-Nya, agar mereka bertekun mengimani nama Tuhan dengan setia. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

P : Bagi Bapa Suci

Marilah kita berdoa bagi Bapa Suci, Paus Fransiskus, yang telah dipilih Allah untuk memangku jabatan uskup. Semoga Allah berkenan melindungi dia, sehingga tetap sehat walafiat serta dipenuhi kebijaksanaan dan ketabahan untuk memimpin umat dengan baik. Semoga umat yang dipimpinnya, dengan setia mengikuti segala bimbingannya sehingga semakin berkembang dalam iman. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

P : Bagi para pejabat Gereja dan segala lapisan umat. 

Marilah kita berdoa pula untuk uskup kita…, untuk semua Uskup, Imam, Diakon, untuk semua pejabat Gereja, dan untuk semua pemimpin umat di tiap-tiap jemaat, dan juga untuk semua anggota Gereja. 

Semoga masing-masing, sesuai dengan rahmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, mengabdi kepada Allah dengan setia dan penuh iman. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

P : Bagi kesatuan umat Kristen 

Marilah kita berdoa bagi semua saudara kita yang mengimani Kristus. Hanya Allah yang sanggup menghimpun mereka yang tercerai-berai; Ia pun memelihara mereka yang telah Bersatu di dalamnya. 

Semoga semua orang yang telah dikuduskan Allah dalam Sakramen Pembaptisan, dipersatukan-Nya pula dalam iman dan cinta kasih. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

P : Bagi para pemimpin negara. 

Marilah kita berdoa pula bagi semua pemimpin negara. Semoga berkat bimbingan dan perlin-dungan Allah, mereka sanggup mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan sejati bagi seluruh rakyat, dan menjamin kebebasan beragama. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

P : Marilah kita panjatkan doa pula bagi saudara-saudara yang menderita, terutama yang sedang menderita wabah virus corona dan bagi mereka yang berjuang untuk mengatasi wabah ini.

Semoga Allah berkenan melenyapkan segala penyakit, menjauhkan kelaparan, menguatkan para tahanan, mengembalikan para pengungsi, melin-dungi orang yang sedang dalam perjalanan, mengantar pulang para perantau, dan menganugerahkan keselamatan abadi kepada semua yang telah meninggal. 

Semoga mereka sekalian bergembira karena mengalami belas kasihan Allah serta bantuan rahmat-Nya. Marilah kita mohon…

U : Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.

13. PENGHORMATAN SALIB 

Pemimpin berdiri.

P : Sekarang kita memasuki upacara penghormatan salib. Saya akan membuka selubung salib ini dan kita akan memandang ke arah Salib, tempat bergantung Sang Juru Selamat kita. Kita diminta mengarahkan hati dan pandangan mata kita pada Salib ini.

[Pemimpin lalu membuka membuka seluruh selubung salib. Kemudian ia memperlihatkan salib itu kepada yang hadir, sambil berkata (atau bernyanyi jika bisa bernyanyi):]

P : Lihat kayu salib,

di sini tergantung Kristus,

Penyelamat dunia

U : Marilah kita sembah.

Dialog ini diulangi tiga kali, dengan tidak terburu-buru

Salib lalu diletakkan kembali di atas meja, dan lilin dinyalakan. 

P : Karena situasi kita yang dilanda wabah virus, maka kita tidak bisa mengungkapkan penghormatan kita kepada Salib dengan cara mengecupnya. Kita hanya bisa membungkuk memberikan hormat atau memandangnya dan kita menyanyikan lagu tentang SALIB.

Menyanyikan lagu yang bertemakan SALIB.

Setelah itu dilanjutkan dengan KOMUNI BATIN.



14. KOMUNI BATIN 

P : Yesus telah mengorbankan hidup-Nya dan memberikan Tubuh dan Darah-Nya bagi kita, agar kita hidup. Mari kita hening sejenak untuk merenungkan kemurahan hati-Nya. 

[Hening sejenak]

Mari kita berdoa, sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada kita. 

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. 

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu yang berhubungan dengan tema SALIB.  

15. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Kristus telah wafat bagi kita untuk menyelamatkan kita. Kita menyatakan hormat kita kepada-Nya yang tergantung di kayu salib. Marilah kita merenungkan betapa besarnya kasih Tuhan Yesus, sehingga rela mengurbankan nyawa bagi kita. Bersama Kristus yang dimakamkan, marilah kita melanjutkan permenungkan kita dalam keheningan sampai besok sore. 

16. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Allah Bapa, sumber segala rahmat dan penghiburan, kami umat-Mu telah mengenangkan dan merenungkan sengsara dan wafat Putera-Mu di salib dalam rangka serta harapan akan kebangkitan-Nya. Kami mohon, semoga kami umat-Mu ini, Engkau curahi berkat melimpah, Engkau ampuni dosa-dosanya, Engkau hibur serta Engkau tabahkan dalam kesusahannya, Engkau teguhkan imannya, Engkau hidupkan harapannya dan Engkau jamin keselamatannya. 

Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

17. PEMBUBARAN UMAT

P : Marilah kita memohon berkat Tuhan sambil menundukkan kepala.

Pemandu berdiri menghadap umat, dan sambil mengulurkan tangan kanan ke arah mereka, dan berdoa:

Kami mohon, ya Tuhan, semoga turunlah berkat berlimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah mengenangkan wafat Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya; berikanlah pengampunan, anugerahkanlah penghiburan, tumbuhkanlah iman yang kudus berikanlah jaminan penebusan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

U : Amin

Dengan menjawab Amin, Ibadah telah selesai. Tidak ada TANDA SALIB dan Pengutusan. Kita berkabung atas kematian Yesus, Tuhan kita. 

Bisa menyanyikan lagu Penutup. 


***


Ledalero, 25 Maret 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD