Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Karena situasi wabah virus corona, maka tidak ada upacara api di luar Gereja. Lilin Paskah sudah dipasang di samping kanan altar.  

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Tanpa lagu Pembuka, Pemimpin berjalan menuju altar didampingi oleh pembantu yang diperlukan. 

01. PUJIAN LILIN PASKAH

Ketika tiba di altar, Pemimpin lalu menyalakan lilin Paskah. Kemudian ia menyerukan (sebaiknya dinyanyikan) tiga kali “Cahaya Kristus”, yang dijawab oleh yang hadir: “Syukur kepada Allah”. 

Sesudah itu, lilin-lilin umat atau peserta dinyalakan. Semua siap mendengarkan Madah Pujian Paskah atau Exultet. Untuk Exultet, bisa dicarikan teks yang sesuai, yang bisa dibawakan oleh salah seorang peserta yang menyiapkan diri dengan baik. Sedapat mungkin dinyanyikan, jika tidak, dalam situasi yang darurat, bisa didaraskan atau dibacakan. 

Sesudah Exultet, lilin-lilin dipadamkan. Lalu Pemimpin membacakan doa Pembuka.

02. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, 

[hening sejenak] 

Allah, Bapa yang mahabaik, Engkau berkenan mengundang kami semua merayakan peristiwa agung kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

Kami mohon, sudilah menerangi hati dan budi kami dengan Roh Kudus, supaya dengan merayakan malam agung ini, kami dapat memetik hikmah kebangkitan bagi hidup kami. 

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang dengan kebangkitan-Nya bersatu dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 



03. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

04. BACAAN PERTAMA (Kel. 14:15 - 15:1)

L : Bacaan dari Kitab Keluaran.

15Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." 19Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

21Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. 23Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda sampai ke tengah-tengah laut. 24Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. 25Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." 

26Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." 27Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. 28Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. 29Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

30Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. 31Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. 1Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkannya ke dalam laut. Tuhan itu kekuatan dn mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Dialah Allahku, DIa kupuji, DIalah Bapaku, kuluhurkan Dia!” 

Bacaan ini tidak ditutup dengan “Demikianlah sabda Tuhan!”, tetapi langsung disambung dengan nyanyian (yang umumnya diambil dari Kel. 15).

05. MENYANYIKAN LAGU 

[dianjurkan: Karya Tuhan Hendak Ku Puji, Madah Bakti no. 421] 



06. BACAAN KEDUA (Yes. 55:1-11)

L : Hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. 

Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

07. MENYANYIKAN LAGU 

08. BACAAN KETIGA (Rm. 6:3-11)

L : Bacaan dari Surat Paulus kepada jemaat di Roma.

Saudara-saudari, 3tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

8Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

09. MENYANYIKAN LAGU 

[Atau mendaraskan Mazmur Tanggapan berikut:]

Refren:

Alleluia, Alleluia, Allelluia

Mazmur (Mzm. 118:1-2,16ab,17,22-23)

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! 

“Kekal abadi kasih setia-Nya”.

Biarlah Israel berkata: 

“Kekal abadi kasih setia-Nya”. (Refren)


Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, 

tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, 

dan aku akan menceritakan 

perbuatan-perbuatan TUHAN. (Refren)


Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan 

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, 

suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Refren)

10.  ALLELUIA  

Pemimpin menyanyikan Alleluia meriah, yang diulangi oleh seluruh yang lain, tiga kali berturut-turut dengan setiap kali tanda nada naik satu nada.


3   5      675 5 65  5    675   556  5i  67 6 5  ||

Al—le   -       -       -   lu              ya.

11. INJIL (Mrk. 16:1-7) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Markus.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"

Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.

Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."

P : Demikianlah Injil Tuhan. 

U : Terpujilah Kristus. 

[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

12. RENUNGAN SINGKAT   

Malam ini kita hanya merenungkan satu poin saja dari kisah kebangkitan Tuhan. Dua kali teks Injil menyebut bahwa Yesus akan menjumpai mereka semua di Galilea. Galilea adalah wilayah utara Israel, tempat Yesus dibesarkan dan memulai karya perutusan-Nya. Yesus sendiri mati di Yerusalem, di wilayah selatan. Lalu mengapa Yesus meminta para pengikut-Nya untuk kembali ke utara, ke Galilea? 

Yesus ingin agar mereka kembali ke tempat di mana mereka semua bertemu untuk pertama kalinya, kembali ke titik awal. Mereka kembali ke cinta pertama mereka. Semua kejadian di Yerusalem meruntuhkan harapan dari para rasul. Mereka kehilangan pegangan. Maka Yesus mengajak mereka kembali ke tempat pertama, untuk menggali dan menemukan kembali harapan awal dan memulai secara baru. 

Kebangkitan adalah awal dari kehidupan dan perjalanan yang baru. Kita diajak untuk tidak menyerah ketika kita jatuh atau ketika kita putus asa. Tuhan selalu menanti kita untuk memulai dengan cara yang baru. Tidak ada harapan yang sia-sia bagi orang yang percaya. Tuhan selalu ada di Galilea untuk memulai berjuang bersama kita. 

Jika keluarga kita mengalami kesulitan, kita bisa datang lagi ke Galilea, menemui Tuhan yang mempersatukan keluarga kita. Di situlah kita akan menemukan harapan kebangkitan kita kepada kehidupan yang baru. Jika harapan terasa sia-sia, jangan lupa: Tuhan mengajak kita memulai lagi bersama-Nya. 

13. HENING 

14. SYAHADAT 

P : Kini, marilah kita menyatakan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga, yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putra-Nya, dari kematian agar kita dapat menemukan hidup sejati pada-Nya. 

P : Bagi tanah air kita. Semoga kebangkitan Yesus Kristus menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat, agar semuanya bersama-sama bangkit dan berjuang membangun bangsa yang lebih baik, terutama di masa sulit sekarang ini. Marilah kita mohon....

P : Bagi saudara-saudari kita yang mengalami krisis kepercayaan, yang lengah dan acuh tak acuh. Semoga mereka merasakan kebangkitan Tuhan dan menyadari kembali tanggung jawab mereka menjadi pengikut Yesus Kristus. Marilah kita mohon.... 

P : Bagi semua orang yang telah meninggal sebagai orang-orang yang sudah ditandai dengan pembaptisan, terutama mereka yang meninggal karena wabah virus corona. Semoga mereka diperkenankan menikmati sukacita paskah sepenuhnya di surga. Marilah kita mohon....

P : Bagi kita sendiri. Semoga iman kita akan Kristus yang bangkit semakin teguh sehingga kita mampu menghayati hidup kita sebagai pengikut-Nya yang setia. Marilah kita mohon....

P : Ya Bapa, demikianlah doa-doa permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Kabulkanlah demi jasa Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.

U : Amin

16. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari yang terkasih!

Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:

Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaanMu dan memperbaiki cacat cela kami. Maka kami berseru kepadaMu:

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Kami menjadi domba yang tersesat dan tercerai-berai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. 

18. KOMUNI BATIN 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 

[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 

Lalu diberi saat hening secukupnya. Dapat diiringi musik atau lagu yang meditatif.

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah atau lagu komuni AKU RINDU.  



AKU RINDU

Madah Bakti no. 289

Aku rindu, akan kedatangan-Mu di dalam batinku.

Biarpun aku tak pantas, menyambut Tubuh Darah-Mu. (Refr.)

Ku percaya akan Sabda-Mu yg membawa kehidupan.

Aku serahkan cintaku pada-Mu, Juru s’lamatku. (Refr.)

Ya Tuhanku, cinta kasih-Mu Kau curahkan kepadaku.

Kini ku balas cinta-Mu dengan mengikuti Dikau. (Refr.)

Aku rindu, akan Tuhan,

Aku rindu akan kedatangan-Mu ya Tuhan. (Refr.)

19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH 

DARI WABAH VIRUS CORONA 

Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,

pengharapan kami yang sejati, 

kasihanilah kami dan bebaskanlah kami 

dari segala kemalangan.

Kami mohon, 

jauhkanlah kami dari virus 

yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, 

sembuhkanlah yang sakit,

kuatkanlah yang sehat, 

topanglah mereka yang berjuang 

bagi kesehatan sesama.

Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, 

dan selamatkanlah kami 

dalam cinta kasih-Mu yang besar.

Engkaulah, Tuhan kami, 

yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, 

dalam persekutuan Roh Kudus, 

kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

20. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, peristiwa Paskah membuka dunia yang sungguh baru bagi kita. Yesus telah dibangkitkan oleh Allah dalam kekuatan Roh Kudus. Paskah Tuhan menjadi paskah kita. 

Para pengikut Kristus tidak lagi dibebani oleh dosa, sebab Kristus pemenang atas maut telah mengalahkannya. Maka kita semua sebagai anak-anak Paskah hendaknya bersukacita dalam Tuhan dan dengan penuh optimis iman, berjalan maju meraih masa depan.

21. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, 

Ya Allah, kami bersyukur atas karya penebusan yang terjadi melalui Yesus, Putra-Mu. Kebangkitan-Nya membuka pintu surga bagi kami dan membawa harapan akan hidup kekal bersama-Mu. Semoga kami dapat hidup seturut kehendak-Mu, agar kelak kami dapat menikmati buah penebusan Putra-Mu. 

Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. 

U : Amin

22. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri] 

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda merayakan kebangkitan Tuhan kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

23. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi Kabar Gembira kemenangan-Nya. 

U : Amin. 

24. LAGU PENUTUP

***


Ledalero, 25 Maret 2021

P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD